Sumut Peringkat Kedua Kasus TBC Terbanyak Kedua di Indonesia
Editor Satu• Rabu, 26 Maret 2025 | 08:00 WIB
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kasus TBC terbanyak di Indonesia. Disusul Sumatera Utara (Sumut) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
METRODAILY - Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia.
Pada 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memperkirakan terdapat sekitar 1.090.000 kasus TBC di Indonesia, dengan 125.000 kematian akibat penyakit ini.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr Ina Agustina Isturini, mengungkapkan bahwa Pulau Jawa menjadi wilayah dengan kasus TBC terbanyak.
Setelahnya, Sumatera Utara (Sumut) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) menempati posisi berikutnya.
"Ada sekitar tujuh provinsi yang angka TB-nya sangat tinggi. Kalau yang cokelat tua (tertinggi) ini ada di Jawa, kecuali DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), kemudian di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan," ujar dr Ina dalam temu media daring memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, Senin (24/3).
Kemenkes memperkirakan jumlah kasus TBC di daerah-daerah tersebut berkisar antara 40 ribu hingga 230 ribu.
Hingga awal Maret 2025, pemerintah telah menemukan sekitar 889.133 kasus atau 81 persen dari estimasi keseluruhan.
Dari jumlah itu, sebanyak 90 persen pasien (802.228 orang) telah mendapatkan pengobatan.
Meskipun terjadi peningkatan dalam upaya deteksi dan pengobatan, dr Ina menyoroti beberapa tantangan yang menghambat penanganan TBC di Indonesia.
Salah satunya adalah keterlambatan atau kurangnya pelaporan kasus.
"Adanya under dan delay reporting, jadi kasusnya ada, pasiennya ada tapi tidak terlaporkan. Kalaupun terlaporkan, itu tertunda satu sampai enam bulan," jelasnya.
Selain itu, keterlambatan atau kesalahan diagnosis juga masih menjadi kendala, yang bisa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan atau akses terhadap alat diagnostik yang memadai.
"Investigasi kontak juga belum optimal. Ini membutuhkan peran lebih dari puskesmas dan kader kesehatan untuk menjangkau masyarakat yang berisiko," tambahnya.
Dengan Sumut berada di peringkat kedua kasus TBC terbanyak di Indonesia, tantangan dalam penanganan penyakit ini semakin nyata.
Diperlukan sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat untuk menekan angka penyebaran serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tepat waktu. (dtc)