METRODAILY - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Kabupaten Majalengka, mengimbau masyarakat di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.
Hal ini terkait dengan adanya Siklon Tropis Taliah yang dapat memicu cuaca buruk, diperparah oleh beberapa fenomena atmosfer lainnya.
Seperti yang dilaporkan oleh Republika, Kabupaten Indramayu menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak signifikan. Hujan lebat disertai angin kencang mulai mengguyur sejak Kamis (6/2/2025) dini hari, dan kondisi ini baru mereda menjelang siang hari.
Forecaster BMKG Stasiun Kertajati, Dian Anggraeni, menjelaskan bahwa siklon tropis Taliah terpantau di Samudra Hindia, selatan Jawa Tengah, dengan kecepatan angin mencapai 65 knots atau 120 km per jam. “Kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, serta angin kencang di beberapa wilayah Jawa, termasuk Jawa Barat,” ujar Dian.
BMKG menambahkan bahwa fenomena ini memengaruhi perairan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, yang diperkirakan mengalami peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di perairan selatan.
Selain Siklon Tropis Taliah, Dian juga menyebutkan bahwa peningkatan curah hujan di wilayah Ciayumajakuning disebabkan oleh dua faktor lain, yaitu meningkatnya aktivitas Monsun dan masuknya aliran massa udara dingin dari Asia.
Kondisi ini semakin diperburuk dengan adanya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin yang masih aktif dan diperkirakan akan berlanjut hingga pekan depan.
“Masyarakat di wilayah Ciayumajakuning dan sekitarnya diminta untuk tetap waspada terhadap hujan lebat yang bisa disertai angin kencang. Fenomena ini diprediksi masih akan berlangsung hingga satu minggu ke depan,” tandas Dian. (net)
Editor : Editor Satu