Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Program MBG Tetap Berjalan saat Ramadan, Target 1,5 Juta Penerima per Februari

Editor Satu • Rabu, 5 Februari 2025 | 11:00 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadan.

JAKARTA, METRODAILY – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, para siswa tetap akan menerima makanan bergizi, meskipun pola distribusinya akan disesuaikan.

“Selama sekolah masih masuk, program MBG tetap berjalan. Anak-anak tetap akan menerima makanan bergizi, hanya saja mereka akan membawa pulang makanan yang dapat bertahan hingga waktu berbuka puasa,” ujar Dadan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/2) malam.

Bagi siswa yang tidak berpuasa, MBG tetap diberikan dengan catatan mereka menghormati teman-teman yang berpuasa. “Siswa nonmuslim atau yang tidak berpuasa tetap mendapatkan makanan, tetapi dianjurkan untuk mengonsumsinya di rumah,” tambahnya.

Sejak diluncurkan secara bertahap pada 6 Januari 2024, program MBG telah menjangkau 26 provinsi dengan mengoperasikan 190 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan. Pemerintah menargetkan cakupan MBG mencapai 40% pada 2025, meningkat menjadi 80% pada 2026, dan mencapai 100% pada 2029.

Saat ini, program MBG telah mencakup 730 ribu penerima di 34 provinsi, atau sekitar 0,8% dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima. Namun, cakupan ini akan terus diperluas, dengan target 1,5 juta penerima manfaat pada pertengahan Februari 2025.

Dadan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyeleksi mitra baru untuk mempercepat distribusi makanan bergizi ke lebih banyak daerah. “Saat ini, ada 245 SPPG yang beroperasi dan mencakup 730 ribu penerima manfaat di 34 provinsi. Dalam waktu dekat, cakupan ini akan bertambah hingga 1,5 juta penerima,” ungkapnya.

Meski progresnya masih berada di bawah 1% dari target akhir, Dadan menegaskan bahwa peluang bagi masyarakat untuk menerima manfaat program ini masih terbuka lebar. “Masih ada 98,5% target penerima yang belum terjangkau, jadi masyarakat tidak perlu khawatir ketinggalan program ini,” ujarnya.

BGN mengakui bahwa masih ada beberapa daerah yang belum tersentuh program MBG, termasuk Papua dan Papua Tengah. Oleh karena itu, wilayah tersebut kini menjadi prioritas dalam ekspansi program.

Untuk mempercepat penyaluran, BGN menggandeng berbagai instansi pemerintah dan organisasi masyarakat, termasuk Polri, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.

Dadan menjelaskan bahwa tiga tantangan utama dalam menjangkau daerah terpencil adalah anggaran, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur. Namun, pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil, dapat segera menikmati manfaat program MBG.

“Papua dan Papua Tengah saat ini belum mendapatkan program ini, tetapi kami sedang mengusahakan agar distribusinya bisa segera dimulai di sana,” kata Dadan.

Dengan program yang terus berjalan selama Ramadan dan cakupan yang semakin luas, MBG diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan. (dtc)

Editor : Editor Satu
#Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional RI