JAKARTA, METRODAILY - Bertepatan dengan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah meluncurkan desain baru paspor Republik Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (17/8).
Desain paspor baru Indonesia yang kini berwarna merah dengan keamanan yang ditingkatkan, diharapkan bisa meningkatkan peringkat paspor Indonesia di kancah internasional.
Desain paspor ini tidak hanya menonjolkan keindahan artistik dan kekayaan budaya bangsa, tetapi juga dilengkapi dengan teknologi keamanan terkini. Sebab, faktor keamanan termasuk yang membantu meningkatnya rangking paspor di mata dunia.
Dirjen Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim menjelaskan, ada empat faktor utama yang mempengaruhi naiknya peringkat paspor suatu negara. Pertama adalah keamanan paspor itu sendiri.
"Paspor kita harus kuat dalam hal security untuk memastikan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) mendapatkan kemudahan saat bepergian ke luar negeri," ujar Silmy.
Faktor kedua adalah kondisi politik dan keamanan negara asal pemegang paspor. Ketiga, perilaku WNI di luar negeri juga menjadi penilaian penting.
“Perilaku kita di luar negeri sangat berpengaruh. Jika banyak WNI yang overstay atau terlibat masalah hukum, hal itu bisa berdampak negatif pada peringkat paspor kita,” tambahnya.
Faktor keempat adalah diplomasi dan hubungan timbal balik dengan negara lain. “Diplomasi memainkan peran penting. Misalnya, jika kita memberikan bebas visa bagi warga negara lain, maka kita juga berharap negara tersebut memberikan hal yang sama bagi kita,” kata Silmy.
Silmy juga menyebutkan bahwa Indonesia memberikan fasilitas bebas visa bagi 169 negara. Namun, kebijakan ini sempat dihentikan selama pandemi Covid-19 dan setelahnya tidak langsung dilanjutkan, meski tidak berdampak pada jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia.
"Ini bagian dari journey itu. Perjalanan panjang (menungkatkan rangking) itu dimulai dari security-nya," terangnya.
Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, turut menyampaikan paspor baru ini bukan hanya hasil karya seni, tetapi juga menggambarkan kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke dalam bingkai kebinekaan.
"Dengan teknologi terkini, paspor ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan kekuatannya, serta memberikan rasa percaya diri bagi warga Indonesia yang memilikinya," ujar Yasona saat peluncuran paspor baru tersebut.
Paspor baru Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan peringkat di dunia internasional, namun Yasona menekankan bahwa peningkatan peringkat bukanlah hal yang mudah dan memerlukan perjuangan.
“Ini adalah salah satu titik awal. Selain memperkuat paspor, kita juga harus mengedukasi warga negara kita agar perilaku mereka di luar negeri tidak merugikan,” pungkasnya.
Dengan peluncuran paspor baru ini, pemerintah berharap Indonesia dapat memperbaiki pelayanan publik dan semakin memantapkan posisinya di mata dunia, baik dari segi keamanan maupun citra internasional.
Meskipun desain baru ini telah diperkenalkan, layanan untuk paspor dengan desain baru berwarna merah tersebut baru akan dibuka pada 17 Agustus 2025.
Dirjen Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim menyatakan, saat ini persiapan tengah dilakukan untuk memastikan pelayanan optimal ketika layanan paspor baru mulai dibuka tahun depan. (jp)
Editor : Editor Satu