Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Polisi Terkaya di Indonesia Ini Hartanya Rp29,97 Miliar

Metro Daily • Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:51 WIB
AKP Amir Mahmud semasa hidup.
AKP Amir Mahmud semasa hidup.
METRODAILY - Irjen Pol Teddy Minahasa yang kini baru dirotasi menjadi Kapolda Jawa Timur disebut-sebut sebagai polisi terkaya versi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Harta Teddy tercatat senilai Rp29.974.417.203, atau sekitar Rp29,97 miliar yang dilaporkan pada Maret 2022 saat menjabat Kapolda Sumatera Barat.

Harta Teddy bahkan mengalahkan kekayaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dilansir dari LHKPN pada 31 Desember 2021 hanya mencapai Rp9,26 miliar. Kekayaan Teddy Minahasa didominasi oleh tanah dan bangunan sebanyak 53 bidang yang tersebar di Pandeglang, Pasuruan, Pesawaran dan Malang senilai Rp25.813.200.000.

Teddy juga tercatat memiliki empat kendaraan, di antaranya Mobil Jeep Wrangler tahun 2016 senilai Rp750 juta. Kemudian Toyota FJ 55 tahun 1970 senilai Rp75 juta, Toyota Land Cruiser HDJ 80R tahun 1996 senilai Rp600 juta, dan Motor Harley Davidson Solo 2014 senilai Rp650 juta.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki oleh Teddy yakni senilai Rp500 juta. Surat berharga sebesar Rp62.500.000, kas dan setara kas lainnya sebesar Rp1.523.717.203.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santosa tak mempermasalahkan tingginya harta kekayaan Irjen Pol Teddy Minahasa. Asalkan harta yang diperolehnya tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

“Bila perolehannya wajar dan dapat dipertanggungjawabkan ya tidak masalah. Bila tidak wajar dan menimbulkan pertanyaan yang bersangkutan perlu menjelaskan,” kata Sugeng dihubungi JawaPos.com, Selasa (11/10/2022).

“IPW sendiri tidak memliki data terkait kekayaan Irjen Teddy Minahasa,” sambungnya.

Sugeng mengharapkan, Teddy bisa meningkatkan profesionalisme kepolisian, khususnya di wilayah Jawa Timur. Hal ini yang harus menjadi perhatian setelah terjadinya tragedi nahas di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.

“Belajar dari kasus Kanjuruhan adalah soal lemahnya profesionalisme aparat di lapangan yang harus menjadi perhatian Kapolda baru,” ungkap Sugeng.

Selain itu, Sugeng juga mengharapkan Teddy Minahasa memberikan perhatian lebih terhadap proses penegakkan hukum di wilayah Jawa Timur.

“Kapolda harus memberikan perhatian terkait penegakkan hukum oleh reserse yang di Jatim, beredar adanya mafia hukum yang bermain dengan oknum penyidik,” pungkas Sugeng.

Bukan Orang Baru di Jatim

Pucuk pimpinan kepolisian di Polda Jatim berganti. Dari Irjen Nico Afinta kepada Irjen Teddy Minahasa. Pergantian itu berdasar pada Telegram Kapolri Nomor ST/2134/X/KEP/2022, Senin (10/10).

Irjen Teddy Minahasa sebelumnya menjabat sebagai kapolda Sumatera Barat (Sumbar). Sebetulnya Irjen Teddy Minahasa bukanlah orang baru di Jawa Timur. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Kapolresta Malang pada 2011.

Lantas, 2013 Irjen Teddy dipindahkan menjadi Kasubbagjiansisops Bagjiansis Rojianstra Sops Polri. Pada tahun yang sama, Teddy dapat promosi jabatan lagi menjadi Kaden C Ropaminal Divpropam Polri.

Setahun kemudian, Ketua Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) itu menjadi ajudan khusus untuk Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Dia dipercayai menjadi staf ahli Jusuf Kalla pada 2017.

Di tahun yang sama, Teddy dipindahtugaskan menjadi Karopaminal Divpropam Polri. Setahun setelah itu (2018) Teddy menjabat 2 posisi. Yakni Kapolda Banten dan Wakapolda Lampung.

Sementara itu, Irjen Nico Afinta yang baru saja dicopot ditugaskan menjadi Sahlisosbud atau Staf Kapolri. Artinya, Nico tak lagi menjabat di Jatim.

Di tempat lain, Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Dwi Sulistyawan hanya memberikan selamat kepada Irjen Teddy Minahasa. “Selamat atas promosi jabatan Kapolda Sumbar menjadi Kapolda Jatim, semoga tambah sukses di tempat yang baru,” ujar Dwi Sulistyawan dalam pesan singkatnya, Senin (10/10/2022). (jp) Editor : Metro Daily
#polisi terkaya di indonesia