Guna mengamankan lokasi, Polres Pematangsiantar segera memasang police line (garis polisi) di lokasi tersebut. Setelah diambil dan dibuka oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Sumut, ternyata tas tersebut hanya berisi sebongkah batu besar, diduga bekas bongkaran lantai keramik.
Sebelum Tim Jibom Polda Sumut tiba, Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar di lokasi menyebut pihaknya belum mengetahui persis isi tas tersebut.
"Kalau isinya belum kita ketahui. Kita masih menunggu perintah dari pimpinan," kata dia.
Boy mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Jibom Polda Sumut untuk mengetahui isi tas tersebut. "Kita sudah berkoordinasi dengan Tim Jibom Polda Sumut, karena tertulis 'Ada Bom' di tas tersebut. Maka kita ikuti prosedur saja," tukasnya.
Setelah sekitar empat jam lebih pasca penemuan tas tersebut, atau sekitar pukul 15.45 WIB, Tim Jibom Polda Sumut tiba dan segera mengevakuasi tas tersebut.
Sebelum mengevakuasi, Tim Jibom Polda Sumut melakukan deteksi terhadap tas yang sempat diguyur hujan deras tersebut. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, akhirnya tim membuka tas tersebut. Setelah dibuka, ternyata isi tas tersebut hanyalah sebongkah batu besar, diduga bekas bongkaran lantai keramik.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar kepada wartawan membenarkan isi tas tersebut bukan bahan peledak atau bom. Meskipun demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Jibom Polda Sumut untuk mendeteksi lebih lanjut.
Atas kejadian tersebut, Boy menyebut pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pemilik tas tersebut. "Kita akan selidiki siapa yang meletakkan atau pemilik dari tas tersebut. Kita juga akan melakukan pengecekan rekaman CCTV di lokasi," kata dia.
Boy juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar agar tidak panik, tidak takut, dan selalu memberikan informasi kepada pihak Polri apabila ada hal-hal yang mencurigakan. (mat) Editor : Metro Daily