Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Puluhan Pemilik Kios Segel ATC Plaza Padangsidimpuan

Metro Daily • Senin, 12 Juli 2021 | 09:55 WIB
Foto: Samman Siahaan/Metro Tabagsel Pedagang memalang pintu utama Plaza ATC Padangsidimpuan, Sabtu (10/7) kemarin sebagai aksi tuntutan.
Foto: Samman Siahaan/Metro Tabagsel Pedagang memalang pintu utama Plaza ATC Padangsidimpuan, Sabtu (10/7) kemarin sebagai aksi tuntutan.
SIDIMPUAN, METRODAILY.id - Sabtu (10/7) siang, lebih dari 100 kios di Anugrah Tetap Cemerlang (ATC) Plaza Padangsidimpuan tutup dan puluhan pemilik usaha di sana yang didominasi kaum ibu tersebut memilih menyegel pusat perbelanjaan modern itu dari pintu utama. Mereka menuntut biaya operasional diturunkan sejalan dengan masa pandemi ini.

Kaum ibu itu juga membentangkan palang dengan menempelkan kertas manila sebagai media untuk menyuarakan keluhan mereka. Aksi itu mereka lakukan buntut dari tidak adanya keringanan beban biaya dari manajemen ATC.

Atas nama Forum Komunikasi Pedagang ATC, Ismail Rambe menuturkan, kondisi pandemi Covid-19 ini membuat perekenomian di semua sektor begitu sulit. Dan penjualan pun menurun. Sejalan itu, terlebih PLN juga memberikan stimulus hingga 50 persen untuk golongan bisnis, industri dan sosial. Maka berdasarkan perhitungan itu, pedagang meminta biaya operasional juga diturunkan sebesar 20 persen.

Di ATC sendiri ada berbagai beban biaya, di antaranya operasional, listrik, kebersihan dan keamanan. Dan itu semua secara penuh ditanggung para pemilik kios. Meski pun menurut mereka, pelayanan untuk semua itu tidak secara seratus persen didapatkan.

“Dengan alasan itu, dan kondisi saat ini. Kami meminta awalnya penurunan seluruh biaya itu sebesar 50 persen, tapi mereka menolak dengan dalih kesepakatan di tahun 2017. Kami sudah mau turun sampai 20 persen saja. Managemen ATC hanya mau memberi penurunan beban listrik sebesar 20 persen, sedangkan PLN tadi sudah memberi stimulus sebesar 50 persen,” terang seorang pedagang yang enggan namanya ditulis.

Mengutip dari surat balasan ATC tertanggal Jumat, 9 Juli 2021. Permohonan yang diajukan Forum Komunikasi Para Pedagang ATC tidak bisa dikabulkan. “Adapun yang kami sampaikan dalam surat kami sebelumnya no 166/AG-ATC/SP/PLZ/ VII/2021 (penurunan biaya listrik) merupakan kebijakan yang terpaksa kami lakukan mengingat keadaan yang juga memberatkan kondisi keuangan perusahaan,” kata Musa Ichwansyah dalam surat bernomor 167/AG-ATC/SP/PLZ/ VII/2021. (san) Editor : Metro Daily