Keluarga Ricky di Lorong XX, Kelurahan Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar berharap agar jenazah Riki dibawa pulang ke rumah sehingga dapat dikebumikan oleh keluarga secara semestinya.
Rama Uli, salah seorang keluarga bercerita, Riki bekerja di PT Raja Crew Atlantik (RCA) yang berkantor di Tegal pada Juni 2019. Di perusahaan itu, Riki belajar selama kurang lebih tiga bulan untuk mendapatkan buku pelayarannya.
"Jadi bulan Oktober 2019, Riki berangkat ke Singapura menuju kapal tempatnya bekerja. Riki bekerja di kapal bernama Taihong 6, dengan kontrak kerja selama 2 tahun," katanya.
Sejak hari keberangkatan itulah Riki tidak bisa lagi dihubungi. Keluarga tidak mendapat informasi lagi, karena pihak perusahaan sempat menyampaikan tidak ada jaringan di tengah laut.
Riki sendiri melalui perusahaannya sempat mentransfer uang gaji ke rekening keluarga pada Juni 2020 sekitar Rp 10 juta dan April 2021 sebesar Rp 10,5 juta. Uang tersebut diberikan Riki untuk ibunya.
"Waktu pertama kali dia kirim gaji, nangis-nangis mamak kami meraung-raung dengan rasa bersyukur. Tapi setelah itu, kabarnya tak ada lagi," terang Rama.
Namun suka cita itu tak lama dirasakan keluarga. Ibunda meninggal dunia, sementara Riki masih tetap tak bisa dihubungi.
"Saya juga sudah menghubungi pihak perusahaan agar bisa mendapatkan sedikit kabar tentang paraman (keponakan) saya. Tapi, pihak kapal mengungkapkan bahwa tidak ada jaringan dan tidak ada hasil yang kami dapatkan," ungkap Rama.
Hingga akhirnya, pada 29 Juni 2021 sekira pukul 11.00 WIB, keluarga tiba-tiba dihubungi untuk memberitahukan kematian Riki. Riki dikabarkan meninggal dengan kondisi sakit pencernaan.
Rama mengatakan, dari informasi yang mereka peroleh, Riki yang sakit sempat dipindahkan ke Kapal Taixiang 11 untuk mendapatkan perawatan medis. Riki dipindahkan ke kapal itu pada 12 Juni 2021.
"Dan pada tanggal 28 Juni pukul 02.12 WIB, paraman saya sudah meninggal," ucap Rama didampingi kakak kandung Riki.
Mirisnya lagi, meski sudah meninggal dunia, jenazah Riki tidak bisa dipulangkan ke rumah duka di Jalan Tangki, Kecamatan Martoba, dengan alasan pandemi Covid-19. Keluarga juga mendapat tawaran dari seseorang agar keluarga menyetujui jenazah Riki dibuang ke laut.
Jenazah Riki Samosir masih di Perairan Somalia
Sementara itu, Sondang Samosir menyampaikan bahwa informasi terakhir jenazah adiknya ada di perairan Somalia. Pihak keluarga pun sudah mengadu ke Presiden RI Joko Widodo hingga Kedubes China di Jakarta.
"Kita sudah mengadu ke Pak Jokowi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Marinves, dan ke Kedubes China di Jakarta. Respon pemerintah bagus. Langsung katanya disurati ke China bahwa pihak keluarga tetap menolak dilarungkan," katanya.
Dari informasi yang mereka terima, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia. Tetapi belum ada kepastian sampai di mana kapal sudah berjalan.
"Pemerintah Indonesia siap menerima jenazah kalau nggak di Belitung atau Batam. Katanya jenazah kabarnya di perairan Somalia. Cuma nggak tahu sekarang udah jalan sampai di mana," harap Sondang yang beberapa kali menangis. (alj/tmc) Editor : Metro Daily