Jenazah suami Ainun Mardiyah Kalsum dan ayah dua balita itu telah dimakamkan di TPU di kawasan Marihat Pematangsiantar, Kamis (20/5) siang. Kerabat dan rekan seprofesinya di Basarnas menantarkan jenazah dari rumah duka untuk disalatkan di Masjid Nurul Huda, sebelum kemudian dimakamkan.
Kepala Kantor Basarnas Medan Toto Mulyono SE yang hadir di pemakaman menerangkan, semasa hidupnya Anas dikenal humble. Menurutnya, Anas termasuk salah satu rescuer terbaik di kantor Basarnas Medan.
“Meninggal dunia dalam melaksanakan tugas mulia, Anas akan mendapat penghargaan dari instansi tempatnya mengabdi semasa hidup hingga akhir hayat,” terang Toto.
Anas meninggal dunia saat melaksanakan misi kemanusiaan. Rabu (19/5) sore Anas bersama tim menyusuri Sungai Batang Gadis menggunakan perahu karet. Mereka mencari warga yang hanyut sejak Senin (17/5).
Derasnya arus sungai dan medan yang terjal mengakibatkan perahu mereka membentur bebatuan.
Korban tenggelam di Sungai Batang Gadis, sekitar belasan kilometer dari titik lokasi warga hanyut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina Muhammad Yasir Nasution, kepada wartawan menyampaikan, Anas diduga meninggal dalam operasi pencarian korban Abdul Hadi Nasution (71), warga Pasar Laru Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina yang hanyut terseret arus. Hingga Kamis (20/5) siang, Abdul Hadi belum ditemukan. (tim/fabe) Editor : Mertrodaily