Kejar Ketertinggalan Mutu Pendidikan, Pakpak Bharat Adopsi Program PINTAR Tanoto Foundation

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:57 WIB
Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin bersama jajaran pemerintah daerah dan Tanoto Foundation saat peluncuran Program PINTAR di Kantor Bupati Pakpak Bharat, Kamis (8/10/2026).
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menyampaikan komitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pakpak Bharat melalui adopsi Program PINTAR, Kamis (8/10/2026).

PAKPAK BHARAT, METRODAILY — Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengadopsi Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dari Tanoto Foundation untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama kemampuan literasi dan numerasi siswa yang masih perlu diperkuat.

Peluncuran kerja sama tersebut berlangsung di Aula Bale Sada Arih, Kompleks Sindeka, Kantor Bupati Pakpak Bharat, Kamis (8/10/2026). Program ini menyasar peningkatan kompetensi guru, pengelolaan sekolah, serta penguatan kebijakan pendidikan berbasis data.

Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin, mengatakan hasil asesmen dan Rapor Pendidikan harus menjadi dasar untuk mengevaluasi sekaligus menentukan arah perbaikan pendidikan di daerah.

Baca Juga: Dua Ruko Terbakar di Desa Hesa Parlompongan Jalinsum Air Batu Asahan

“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Pakpak Bharat mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan baik, berkembang sesuai potensinya, memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang kuat, serta memiliki karakter dan keterampilan untuk menghadapi masa depan,” ujar Mutsyuhito.

Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan harus menjangkau seluruh sekolah, bukan hanya sejumlah satuan pendidikan tertentu. Karena itu, pemerintah daerah mendorong penerapan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa.

Salah satu langkah awal program ini ialah pelatihan Training of Trainers (ToT) pada 6–7 Oktober 2026. Sebanyak 10 guru dan kepala sekolah terpilih mengikuti pelatihan untuk dipersiapkan menjadi fasilitator daerah.

Baca Juga: PACS Banten Gelar Seminar Adat Simalungun dan Tutorial Manortor

Mutsyuhito berharap para fasilitator tidak berhenti pada penguasaan materi pelatihan, tetapi menerapkannya dalam proses belajar mengajar dan membagikan praktik baik kepada rekan sejawat.

“Apa yang dipelajari dalam ToT harus dibawa kembali ke sekolah, dipraktikkan di dalam kelas, didiskusikan bersama rekan sejawat, dan dikembangkan sesuai konteks sekolah masing-masing,” katanya.

Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin bersama jajaran pemerintah daerah dan Tanoto Foundation saat peluncuran Program PINTAR di Kantor Bupati Pakpak Bharat, Kamis (8/10/2026).
Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin bersama jajaran pemerintah daerah dan Tanoto Foundation saat peluncuran Program PINTAR di Kantor Bupati Pakpak Bharat, Kamis (8/10/2026).

Capaian Pendidikan masih Perlu Diperbaiki

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Roy Endharto Tumanggor, memaparkan bahwa capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan daerah berada pada angka 71,93. Sementara itu, capaian literasi dan numerasi siswa masih berada pada kategori sedang, dengan angka sekitar 60 persen.

Menurut Roy, data tersebut perlu menjadi pijakan untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan sekaligus hasil belajar siswa.

“Dua informasi ini perlu kita baca secara jujur dan berimbang. Kita menghargai kerja yang sudah dilakukan, tetapi kita juga perlu mengakui bahwa pelayanan pendidikan dan hasil belajar anak masih membutuhkan perbaikan,” kata Roy.

Baca Juga: Rashford dan Mbuemo Siap Meledak saat MU Hadapi Tottenham

Ia menjelaskan, perbaikan akan diarahkan pada pengenalan kemampuan awal siswa, penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik, penguatan pendampingan guru, serta pemantauan kemajuan belajar secara berkelanjutan.

Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, mengatakan kemitraan dengan Pemkab Pakpak Bharat telah terjalin sejak 2023 melalui program percepatan penurunan stunting di sektor kesehatan.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, angka stunting di Pakpak Bharat turun 1,4 persen pada tahun pertama intervensi. Program itu kemudian diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Baca Juga: Isak dan Gakpo Diragukan Main Saat Liverpool Jumpa City

Medi menyambut adopsi Program PINTAR sebagai langkah untuk memperluas kemitraan ke sektor pendidikan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kapasitas guru dan pengelolaan sekolah, sekaligus mendorong kebijakan pendidikan daerah yang berbasis data.

Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan dukungan pendidikan, kesehatan, dan pelatihan yang merata serta berkualitas.

Setelah pelatihan ToT, para fasilitator daerah akan mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada sekolah-sekolah dasar di Pakpak Bharat.

Baca Juga: Nico Paz Layak Gantikan Messi di Timnas Argentina

Melalui tahapan tersebut, program diharapkan menjangkau lebih banyak guru dan mendorong perbaikan Rapor Pendidikan, baik pada tingkat sekolah maupun kabupaten.

Keberhasilan program ini selanjutnya akan bergantung pada konsistensi penerapan metode pembelajaran di ruang kelas, pendampingan guru, serta pemanfaatan data untuk mengukur kemajuan hasil belajar siswa. (Rel)

Editor : Editor Satu
tanoto foundation pakpak bharat Program Pintar