LABURA,METRODAILY-Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Labuhanbatu Utara melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying dan Perundungan bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak dan bebas dari segala bentuk perundungan. Sabtu (3/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPAD Kabupaten Labuhanbatu Utara, H. Idris Aritonang, hadir sebagai pemateri. Ia memberikan edukasi kepada para peserta didik mengenai berbagai bentuk bullying, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui perkataan, tindakan, hingga perilaku yang dapat memberikan dampak terhadap kondisi sosial dan psikologis anak.
Di hadapan para peserta didik, Idris menekankan bahwa tindakan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa, candaan semata, ataupun bagian dari pergaulan sehari-hari. Setiap peserta didik diharapkan mampu memahami batasan dalam berinteraksi dengan teman dan menjaga sikap agar tidak menyakiti orang lain.
Baca Juga: Siswi MTsN 2 Labura Juara 2 Matematika OMI 2026
Ketua KPAD Kabupaten Labuhanbatu Utara H. Idris Aritonang, S.Sos.I menyampaikan, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang dan berinteraksi. Karena itu, diperlukan kepedulian bersama antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan dan seluruh pihak di lingkungan madrasah untuk mencegah terjadinya perundungan.
Menurutnya, pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah maupun KPAD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Peserta didik juga diharapkan berani menyampaikan kepada guru atau pihak yang dipercaya apabila mengalami, melihat, atau mengetahui adanya tindakan perundungan.
Ia juga mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata ketika berkomunikasi dengan teman. Sebab, perkataan yang dianggap sebagai candaan oleh seseorang belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh orang lain.
Baca Juga: Ikuti Jambore Nasional XII 2026, MTsN 2 Labura Lepas Adelia Arjunda
"Anak-anak harus saling menghargai, menjaga lisan dan perilaku. Jangan sampai perkataan atau tindakan kita membuat teman merasa tertekan, takut maupun tersisih, "ujar Idris.
Ia menambahkan, membangun lingkungan madrasah yang ramah anak membutuhkan budaya saling peduli. Ketika setiap peserta didik memiliki kepedulian terhadap temannya, potensi terjadinya bullying dapat diminimalkan.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Labuhanbatu Utara Dra. Nurhabibah Harahap, S.Pd menyampaikan, kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya dan dampak perundungan.
Menurutnya, madrasah tidak hanya memiliki tugas dalam memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap saling menghormati, bertanggung jawab dan mampu menjaga hubungan yang baik dengan sesama.
Baca Juga: Awali Aktivitas Melalui Sarapan Bersama, MTsN 2 Labura Perkuat Karakter Siswa
"Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta didik semakin memahami bahwa setiap orang harus diperlakukan dengan baik dan penuh penghargaan. Tidak boleh ada tindakan yang merendahkan, menyakiti maupun mengucilkan teman," ungkapnya.
Nurhabibah juga mengajak seluruh warga MTsN 2 Labuhanbatu Utara untuk bersama-sama menjaga suasana madrasah agar tetap kondusif. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan peserta didik, termasuk dalam hal hubungan sosial antarsiswa.
Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan madrasah yang aman dan nyaman harus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi mengenai anti bullying diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Baca Juga: MTsN 3 Labura Gelar Perjusami, Bangun Kemandirian dan Karakter Unggul Siswa
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak peserta didik membangun budaya pertemanan yang sehat. Siswa didorong untuk saling membantu, menghargai perbedaan, tidak melakukan tindakan kekerasan, serta tidak ikut menyebarkan atau membenarkan tindakan perundungan.
Melalui kegiatan Sosialisasi Anti Bullying dan Perundungan bersama KPAD Kabupaten Labuhanbatu Utara ini, MTsN 2 Labuhanbatu Utara berupaya memperkuat komitmen sebagai madrasah yang ramah anak.(Gus)
Editor : Edi Saragih