70 Murid biMBA AIUEO Belajar Tertib Lalu Lintas di Kantor Polisi

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:10 WIB
Murid biMBA AIUEO Melayu Pematangsiantar mengikuti edukasi tertib lalu lintas bersama personel Satlantas Polres Pematangsiantar.
Murid biMBA AIUEO Melayu Pematangsiantar mengikuti edukasi tertib lalu lintas bersama personel Satlantas Polres Pematangsiantar.

SIANTAR, METRODAILY — Sebanyak 70 murid biMBA AIUEO Melayu Pematangsiantar belajar mengenal aturan dan keselamatan berlalu lintas langsung dari polisi.

Kegiatan itu digelar melalui outing class program Polantas Karib di Kantor Satlantas Polres Pematangsiantar, Jalan Sangnaualuh Damanik, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (26/9).

Para murid Yayasan Pengembangan Anak Indonesia biMBA AIUEO tersebut didampingi delapan guru dan orang tua. Mereka tidak hanya mendapat penjelasan mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga diajak mengenal polisi lebih dekat.

Baca Juga: Annisa Pohan Ungkap Aira Jadi ‘Ibu Kedua’ bagi Adik Bayinya

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas memperkenalkan polisi dan Polwan sebagai pelayan, pelindung, serta pengayom masyarakat. Pendekatan dibuat ramah anak agar para siswa tidak memandang polisi sebagai sosok yang menakutkan.

Edukasi diberikan Unit Kamsel Satlantas Polres Pematangsiantar yang dipimpin Kanit Kamsel Ipda Serly Tarigan bersama Bripka Rahmad Sinaga dan sejumlah personel lainnya.

Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai rambu lalu lintas, termasuk arti dan fungsinya. Mereka juga mendapat praktik sederhana tentang cara berjalan aman di trotoar saat berada di jalan raya.

Baca Juga: Xavi Puas Menang Perdana Bersama Belanda, Tapi Masih Ada PR

Polisi turut menjelaskan risiko kecelakaan lalu lintas serta dampaknya apabila keselamatan di jalan diabaikan.

Selain lalu lintas, para murid mendapat pesan untuk saling menghargai dan menyayangi teman serta tidak melakukan bullying atau perundungan.

Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Simon E Simatupang mengatakan edukasi keselamatan perlu dikenalkan sejak usia dini.

“Kegiatan Polantas Karib diharapkan mampu membangun kemitraan antara kepolisian dan dunia pendidikan, sekaligus menanamkan budaya disiplin berlalu lintas kepada anak-anak sejak bangku sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Menang Perdana, Xavi Bawa Belanda Tekuk Serbia 2-1

Menurutnya, tertib berlalu lintas perlu dipahami bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebiasaan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk mendekatkan Polri dengan generasi penerus bangsa, sehingga anak-anak tidak takut kepada polisi, melainkan mengenalnya sebagai sahabat yang siap memberikan perlindungan dan edukasi demi keselamatan mereka,” katanya. (rel)

Editor : Editor Satu
Belajar Tertib Lalu Lintas