TOBA, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menggelar Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba, Senin (3/8), diikuti 18 tim perwakilan kecamatan untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Sebanyak 18 tim berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Toba, dengan Kecamatan Balige mengirimkan tiga tim. Masing-masing tim terdiri dari tiga siswa.
Perlombaan dibagi dalam tiga tahapan, yakni seleksi, semifinal, dan final.
Baca Juga: Penangkapan Ikan Pora-pora di Danau Toba Diperketat: Larang Setrum, Racun hingga Jaring Ilegal
Pada babak penyisihan, seluruh peserta mengerjakan 15 soal yang terdiri atas lima soal Matematika, lima Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan lima Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sembilan tim dengan nilai tertinggi berhak melaju ke babak semifinal.
Di babak semifinal, sembilan tim dibagi menjadi tiga grup. Setiap grup menghadapi tiga sesi lomba, yakni babak wajib, babak lempar, dan babak rebutan.
Tiga tim terbaik kemudian melaju ke babak final dengan sistem pertandingan serupa, namun jumlah soal ditambah menjadi 18 pertanyaan yang mencakup Matematika, IPA, dan IPS.
Baca Juga: Cegah Banjir Terulang di Serbalawan, Pemkab Simalungun Segera Normalisasi Sungai Sikkam
Wujudkan SDM Unggul
Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eston Sihotang mengatakan, lomba tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga mendukung visi pembangunan daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
"Ini berkaitan dengan misi pertama Pemerintah Kabupaten Toba, yaitu peningkatan sumber daya manusia yang berdaya saing," ujar Eston.
Menurutnya, kompetisi seperti cerdas cermat mampu melatih kemampuan berpikir, membangun mental, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak.
Baca Juga: Penumpang Bus Meninggal Saat Transit di Tol Sinaksak, Korban Tiba-tiba Terjatuh
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Hari Anak Nasional sebagai penguatan komitmen melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan.
"Lewat Hari Anak ini kita cegah perundungan terhadap anak. Mari bersama-sama mewujudkan tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak'. Usaha adalah yang terpenting, menang adalah bonus, berani tampil itu sudah juara," katanya.
Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu yang turut hadir mengingatkan seluruh peserta dan guru pendamping untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama perlombaan berlangsung.
Baca Juga: Rumah di Jalan Bahtorop Ujung Siantar Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta
Ia meminta guru tidak memberikan kode maupun bantuan kepada peserta saat kompetisi berlangsung.
"Lomba pasti ada yang menang dan kalah. Yang terpenting kalian sudah dipercaya mewakili kecamatan masing-masing. Tetap semangat. Lebih baik kalah terhormat daripada menang dengan kecurangan," tegas Astita. (rel)
Editor : Editor Satu