SIANTAR, METRODAILY - Universitas Efarina melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Tahun 2026, Universitas Efarina salah satu kampus yang mendapat hibah Pengabdian Masyarakat dari KEMDIKTISAINTEK.
Tim pengabdian masyarakat yang dipimpin Sondang Sidabutar, beranggotakan Meyana Marbun dan Eka S Sihombing ini mengedukasi masyarakat pemulung di sekitar TPA untuk mengolah sampah melalui proses ecobrick.
Sampah plastik yang dikumpulkan, kemudian dicacah, dan dibentukan sesuai keinginan dan dimanfaatkan kembali.
"Masyarakat diberdayakan untuk mengurangi sampah plastik dengan mengolah serta menggunakan kembali. Selain ada nilai tambah, pengolahan ecobrick dapat mengurangi jumlah sampah plastik. Sampah bahan plastik, melalui daur ulang, dapat digunakan kembali, " kata Ketua Tim Peneliti Sondang Sidabutar.
Baca Juga: UNA dan UNEFA Jalin Kerjasama
Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 7-8 Juli 2026, masyarakat sekitar TPA dan mahasiswa Universitas Efarina Program Studi Kesehatan Masyarakat yang ikut dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat pengetahuan baru terkait pengolahan sampah.
Dijelaskan Sondang, TPA di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Pematangsiantar, dalam proses kerjanya merupakan lokasi penumpukan sampah yang dikumpulkan dari seluruh wilayah Kota Pematangsiantar.
Ada pun pengolahan yang dilakukan selama ini masih terbatas, terkhusus untuk sampah plastik, baru sekedar dikumpulkan untuk dijual langsung kepada pedagang pengumpul sampah plastik.
Pembuangan sampah yang tidak terkoordinir di TPA tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar pembuangan sampah tersebut, terutama lingkungan masyarakat yang terdekat dengan lokasi sampah tersebut.
Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa Universitas Efarina Pengabdian Masyarakat di SMKN 1 Simanindo Samosir
"Banyak sampah plastik yang ditemukan di lokasi tersebut dan sebagaimana kita ketahui bahwa sampah plastik tidak bisa terurai. Dengan tidak terurainya sampah plastik tersebut akan mempengaruhi peresapan air dalam tanah. Hal ini juga akan pengakibatkan pencemaran lingkungan disekitar lokasi pembuangan sampah tersebut. Masalah pencemaran lingkungan tersebut akan mengakibatkan masalah kesehatan masyarakat di sekitar pembuangan sampah, " kata Sondang.
Lokasi pembuangan sampah, membuka peluang bagi masyarakat menjadi pemulung, dengan cara memilah sampah yang masih bernilai ekonomi, termasuk sampah plastik salah satunya.
"Tujuan ecobrick ini adalah mengurangi terjadinya penumpukan sampah di TPA Tanjung Pinggir. Dan pemulung akan mendapat nilai ekonomi lebih dari sampah dibanding hanya dijual langsung, "
Manfaat lain yang tidak kalah penting, lanjut Sondang, selain meningkatkan mata pencaharian masyarakat setempat; masyarakat hidup sehat terhindar dari penyakit kulit dan tidak mudah terserang penyakit menular lainnya seperti ISPA dan TBC.(rel/esa)