SURABAYA, METRODAILY – Di tengah tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia, perusahaan Education Technology (EdTech) SEVIMA meluncurkan program Beasiswa SEMESTA 8 – Tech Careers Academy yang menawarkan kesempatan langka: kuliah S1 gratis sekaligus bekerja dengan gaji minimal setara Upah Minimum Regional (UMR) Surabaya.
Program ini menjadi respons terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang mencatat lebih dari 1 juta lulusan sarjana masih masuk kategori pengangguran terbuka. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
CEO SEVIMA, Sugianto Halim, mengatakan SEMESTA 8 bukan sekadar program bantuan pendidikan, melainkan model kolaborasi jangka panjang antara dunia pendidikan dan industri teknologi.
Baca Juga: Geger! Pria Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Kontrakan di Sidimpuan
"SEMESTA adalah evolusi program beasiswa SEVIMA. Ini bukan lagi sekadar program bantuan sosial pendidikan, melainkan kolaborasi kuliah sekaligus bekerja antara SEVIMA dan para awardee dalam komitmen jangka panjang," ujar Halim, Jumat (10/7/2026).
Sebanyak 10 peserta terbaik akan memperoleh beasiswa penuh jenjang S1 di BINUS University sekaligus menjadi bagian dari tim SEVIMA dengan penghasilan minimal sesuai UMR Surabaya selama menjalani program.
Program ini terbuka bagi siswa SMA/SMK/MA kelas XII maupun lulusan maksimal dua tahun setelah kelulusan yang memiliki minat serta kemampuan di bidang teknologi, khususnya software engineering.
Baca Juga: 91 ASN Pemkab Tapsel Ikuti Diklat Manajemen Risiko
Seleksi Lewat Hackathon di Empat Kota
Seleksi dimulai melalui pendaftaran daring di platform MauKuliah, dilanjutkan ujian berbasis komputer (CBT), hingga kompetisi hackathon yang digelar di empat kota besar, yakni Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar pada September 2026.
Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang membangun aplikasi dalam waktu satu hari penuh. Menariknya, penggunaan AI coding tools justru dianjurkan sebagai bagian dari proses pengembangan solusi.
Menurut SEVIMA, penilaian tidak hanya berfokus pada aplikasi yang berhasil dibuat, tetapi juga pada pemahaman peserta terhadap arsitektur perangkat lunak, pemilihan teknologi (tech stack), serta kemampuan menyelesaikan persoalan menggunakan kecerdasan buatan.
Baca Juga: Kesbangpol Sumut Kenalkan Rekrutmen Paskibraka di PRSU 2026
Persyaratan Peserta
Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Berusia maksimal 21 tahun.
- Siswa kelas XII SMA/SMK/MA atau lulusan maksimal dua tahun.
- Memiliki minat, kemampuan, atau portofolio di bidang pemrograman dan software engineering.
- Tidak sedang menerima beasiswa lain.
- Bersedia bekerja secara Work From Office (WFO) di kantor pusat SEVIMA, Surabaya.
- Bersedia mengikuti program selama delapan tahun, terdiri atas empat tahun kuliah sambil bekerja dan empat tahun masa ikatan dinas setelah lulus.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi MauKuliah dengan tahapan:
- Membuat akun.
- Melengkapi biodata.
- Mengunggah portofolio, GitHub, LinkedIn, atau proyek teknologi.
- Mengunggah surat pernyataan yang telah ditandatangani orang tua/wali.
- Mengunggah ijazah atau surat keterangan lulus.
- Bergabung ke grup WhatsApp resmi peserta
Seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya.
Baca Juga: Truk Sawit Terguling Timpa 10 Siswa SMPN 4 Bilah Hilir, 1 Meninggal Dunia
Jadwal Seleksi
Tahapan seleksi Beasiswa SEMESTA 8 meliputi:
- Juni–Juli 2026: Pendaftaran online.
- Juli 2026: Ujian CBT.
- September 2026: Hackathon regional di empat kota.
- Oktober 2026: Pengumuman finalis, hackathon nasional, dan wawancara.
- 28 Oktober 2026: Pengumuman maksimal 10 penerima beasiswa.
Para penerima akan memperoleh beasiswa penuh S1 di BINUS University sekaligus kesempatan membangun karier profesional di industri teknologi sejak masa kuliah.
"Pendaftaran beasiswa ini sepenuhnya gratis. Kami berharap SEMESTA 8 menjadi momentum untuk melahirkan talenta digital unggul yang siap menjawab kebutuhan industri sekaligus berkontribusi bagi pembangunan pendidikan di Indonesia," tutup Halim. (rel)
Editor : Editor Satu