LABURA, METRODAILY - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Marbau melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi siswa-siswi SMK Al-Washliyah 2 Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan para pelajar sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya kenakalan remaja dan dampak pernikahan dini, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh para siswa dan dewan guru dengan penuh antusias. Dalam pembinaan tersebut, para penyuluh agama memberikan materi keagamaan, praktik ibadah, serta sesi diskusi interaktif yang memungkinkan siswa untuk bertanya dan berdialog langsung mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Marbau, Sudur Iman, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menjaga ibadah dan akhlak sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman dan berakhlakul karimah. Menurutnya, lemahnya pemahaman agama serta kurangnya kedisiplinan dalam menjalankan ibadah dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku remaja dalam pergaulan.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan Maut di Labura, 3 Pelaku Ditahan
Ia menjelaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, generasi muda harus memiliki benteng yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang bertentangan dengan nilai agama maupun norma sosial.
Ketika seseorang jauh dari ibadah, maka akan lebih mudah terjerumus kepada perilaku yang tidak sesuai dengan norma agama maupun sosial. Oleh karena itu, menjaga ibadah sejak dini menjadi benteng utama bagi generasi muda, ujar Sudur Iman.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik tata cara berwudhu yang benar sesuai tuntunan syariat Islam. Para siswa mengikuti praktik tersebut dengan penuh perhatian dan semangat. Penyuluh agama memberikan pendampingan secara langsung agar para peserta dapat memahami dan mempraktikkan tata cara berwudhu dengan baik dan benar.
Baca Juga: 2 Hari Tak Pulang, Pemuda Lajang di Labura Ditemukan Tak Bernyawa di Ladang
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan ibadah sehari-hari serta persoalan yang sering mereka temui dalam kehidupan remaja.
Pada kesempatan yang sama, Amirul Fajar Tanjung, memberikan materi mengenai dampak pernikahan dini terhadap kehidupan generasi muda. Ia menjelaskan bahwa pernikahan yang dilakukan pada usia yang belum matang dapat membawa berbagai konsekuensi, baik dari segi pendidikan, ekonomi, kesehatan maupun kesiapan mental pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, pernikahan bukan hanya sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab.
Pernikahan adalah ibadah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Oleh karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri dengan ilmu, pendidikan, serta keterampilan agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, jelas Amirul Fajar Tanjung.
Baca Juga: 115 Jemaah Haji Labura Pulang Lengkap, Disambut Bupati di Asrama Haji Medan
Ia juga mengajak para siswa untuk fokus menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya sebelum memutuskan untuk memasuki jenjang pernikahan. Dengan bekal pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara lebih matang dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan pembinaan keagamaan ini, KUA Kecamatan Marbau berharap para siswa dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlak dalam pergaulan, serta memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko kenakalan remaja dan dampak pernikahan dini. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang religius, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi para siswa dalam sesi tanya jawab serta diskusi bersama para narasumber hingga kegiatan berakhir. Dengan adanya pembinaan seperti ini, diharapkan sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan terus terjalin dalam upaya membina dan membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.(gus)
Editor : Metro-Esa