Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

SMPN 1 Tukka Jadi Pilot Project Sekolah Asri, Siswa Diajari Kelola Sampah

Editor Satu • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:50 WIB
 SMPN 1 Tukka bersama KAL Recycle meluncurkan program Sekolah Asri untuk mengedukasi siswa tentang pengelolaan sampah dan budaya peduli lingkungan.
SMPN 1 Tukka bersama KAL Recycle meluncurkan program Sekolah Asri untuk mengedukasi siswa tentang pengelolaan sampah dan budaya peduli lingkungan.

TAPTENG, METRODAILY – SMP Negeri 1 Tukka resmi meluncurkan program Sekolah Asri bekerja sama dengan KAL Recycle sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.

Program tersebut dimulai pada Senin (11/5/2026) dan dipusatkan di SMPN 1 Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan juga melibatkan SMP Huraba Tukka.

Peluncuran program dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Johanes Simanjuntak, perwakilan RSUD Pandan German Sitompul, Direktur Operasional KAL Recycle Ranto Simanjuntak, serta Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI).

Baca Juga: Pulau Sibandang, Surga Tersembunyi di Danau Toba yang Mulai Diburu Wisatawan

Johanes Simanjuntak mengatakan, program Sekolah Asri merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan layak bagi siswa.

“Saat ini SMPN 1 Tukka menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP yang dijadikan pilot project. Jika berhasil, program ini akan dikembangkan menjadi program unggulan dan diterapkan di seluruh sekolah di Tapanuli Tengah,” ujarnya.

Ia menegaskan, budaya kebersihan harus dibangun dari karakter dan kesadaran setiap individu, terutama setelah berbagai tantangan pascabencana yang terjadi di daerah tersebut.

Baca Juga: Tak Diberi Uang Rokok, Pria Lempari Ayah Kandung Pakai Batu

“Kita harus bangkit mewujudkan sekolah yang tangguh. Budaya kebersihan harus dimulai dari karakter dan kesadaran diri masing-masing,” tegasnya.

Kepala SMPN 1 Tukka, Dozier Siregar, menyebut program tersebut tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi akan dijalankan secara berkelanjutan.

Ia mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan, RSUD Pandan, dan KAL Recycle dalam memberikan pendampingan serta edukasi pengelolaan sampah kepada siswa.

“Program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Kami berterima kasih kepada KAL Recycle atas pendampingan dan edukasi yang diberikan,” katanya.

Baca Juga: Program Light Up The Dream, PLN UP3 Siantar Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga

Dalam program itu, siswa diajarkan memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik nantinya diolah menjadi kompos, sementara sampah plastik didaur ulang agar memiliki nilai ekonomi.

Menurut Dozier, edukasi tersebut penting untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia sekolah.

“Melalui program ini, kami berharap siswa tidak lagi membuang sampah sembarangan, melainkan mampu memilah sesuai jenisnya,” jelasnya.

Baca Juga: Remaja 16 Tahun Curi HP Satpam Hotel, Dijual via Black Market

Sementara itu, Direktur Operasional KAL Recycle Ranto Simanjuntak mengatakan, program Gerakan Sekolah Asri mendapat sambutan antusias dari siswa dan pihak sekolah.

“Melalui KAL Smart Waste System, kami ingin mengajarkan bahwa sampah bukan sekadar dibuang, tetapi harus dipilah dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, siswa juga diberi pemahaman mengenai nilai ekonomi sampah anorganik serta pentingnya mengurangi sampah residu.

KAL Recycle berharap program tersebut dapat berkembang menjadi gerakan bersama dan diterapkan di sekolah-sekolah lain di Tapanuli Tengah. (net)

Editor : Editor Satu
#SMPN 1 Tukka #Sekolah Asri #pilot project