Disdik Dorong Inovasi dan Kolaborasi
KARO, METRODAILY – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-118, Sabtu (2/5/2026), menjadi momentum evaluasi serius bagi dunia pendidikan di Kabupaten Karo.
Sejumlah pihak mulai dari DPRD, Dinas Pendidikan, kepala sekolah hingga orang tua menyuarakan kritik, harapan, dan dorongan perubahan.
Mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca Juga: Komplotan Maling Lembu Beraksi di Asahan, 3 Ekor Raib, Pelaku Diduga Pakai Mobil
DPRD Soroti Stagnasi, Minta Terobosan Nyata
Ketua Komisi A DPRD Karo, Firman Firdaus Sitepu, menilai kemajuan pendidikan di daerah tersebut masih belum optimal meski anggaran dinilai memadai.
“Pendidikan di Karo masih kurang dalam kemajuan. Dengan anggaran yang cukup, seharusnya ada terobosan baru, bukan berjalan di tempat,” tegasnya.
Ia mendorong Dinas Pendidikan untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kompetensi guru, serta memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, sinergi antara guru dan orang tua dinilai krusial dalam membentuk karakter peserta didik.
Baca Juga: Viral Livestream Serang Polisi, Tersangka Perusakan Mobil di Labuhanbatu Ternyata Pelaku Pemerasan
Disdik Tekankan Inovasi dan Pendidikan Berkarakter
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Leonard Girsang, menyatakan komitmen untuk mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga karakter dan integritas.
“Pendidikan harus inklusif, berkualitas, dan berkarakter. Kami mendorong sekolah terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan.
Baca Juga: Ekonomi Sumut 2025 Tumbuh Positif, Tapi OJK Ingatkan Tekanan Kredit Bermasalah
Sekolah dan Orang Tua Tekankan Peran Bersama
Kepala SMP Swasta Letjen Jamin Ginting Berastagi, Fatimah Br Sitepu, mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun pendidikan yang inklusif dan berkarakter.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, PG (40), menilai pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan.
“Pendidikan harus humanis dan berakar pada budaya. Peran orang tua sangat penting, termasuk membiasakan anak membaca agar terhindar dari kegiatan negatif,” ujarnya.
Baca Juga: Gara-gara Tempat Tidur, Pria Ini Bacok Rekan Kerja Pakai Parang
Momentum Evaluasi dan Arah Baru
Hardiknas yang diperingati setiap 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, kembali menjadi refleksi penting bagi arah pendidikan nasional, termasuk di daerah.
Di Karo, peringatan tahun ini tak hanya seremonial, tetapi juga menjadi ruang kritik sekaligus dorongan untuk pembenahan sistem pendidikan agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing. (pmg)
Editor : Editor Satu