
SIMALUNGUN, METRODAILY – SMA GKPS 1 Pematangraya terus memperkuat kualitas pendidikan dengan meluncurkan program boarding school pada tahun ajaran 2026.
Terobosan ini hadir seiring peningkatan capaian akademik, termasuk keberhasilan 34 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia.
Dari total 253 siswa kelas akhir, capaian tersebut menjadi lonjakan signifikan, setelah pada tahun sebelumnya sekolah ini sempat gagal mengirimkan siswa melalui jalur SNBP akibat kendala teknis.
Baca Juga: Polres Siantar Gelar Simulasi Sispam Mako: Latihan Hadapi Massa
Kepala SMA GKPS 1 Pematangraya, Julven Haposan Purba, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen sekolah, mulai dari tenaga pendidik, siswa, hingga dukungan yayasan.
“Kami tidak memasang target terlalu tinggi. Namun dengan kerja bersama, kami optimistis kualitas pendidikan terus meningkat,” ujarnya.
Boarding School Tampung 36 Siswa Angkatan Perdana
Memasuki tahun ajaran baru, sekolah resmi membuka program boarding school dengan kapasitas awal 36 siswa, terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan.
Baca Juga: Digerebek Saat Tunggu Pembeli, 3 Pengedar Sabu di Simalungun Dibekuk
Program ini dirancang sebagai sistem pendidikan terintegrasi yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter, fisik, dan spiritual siswa.
Selain mengikuti pembelajaran reguler, siswa boarding akan mendapatkan tambahan program seperti kesamaptaan, bimbingan belajar, serta Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) untuk pembinaan spiritual.
Menariknya, pembinaan spiritual bersifat inklusif. Sekolah menyediakan pendampingan sesuai agama masing-masing siswa, tidak terbatas hanya bagi pemeluk Kristen Protestan.
Kegiatan olahraga dan seni juga menjadi bagian dari keseharian siswa untuk mendukung keseimbangan perkembangan.
Baca Juga: Ketiduran di Bengkel, 2 HP Raib dalam 20 Menit: Pelaku Ditangkap
Metode Kontekstual dan 11 Ekstrakurikuler
Dalam proses pembelajaran, SMA GKPS 1 Pematangraya menerapkan metode kontekstual, yakni pendekatan yang mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Saat ini, sekolah memiliki sekitar 700 siswa dengan kapasitas penerimaan 300 siswa baru setiap tahun ajaran. Tersedia pula 11 kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik.
Sementara itu, siswa reguler tetap mengikuti sistem pembelajaran seperti biasa, dengan opsi tinggal di asrama tanpa program tambahan seperti boarding school.
Baca Juga: Ipswich Town Promosi ke Premier League, Klub Elkan Baggott Kembali ke Liga Inggris
Pendaftaran Dibuka hingga 31 Mei 2026
Calon siswa yang ingin bergabung dalam program boarding school wajib memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari administrasi, ujian akademik, psikotes, hingga tes kesamaptaan.
Pendaftaran telah dibuka sejak 29 April 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2026.
Pihak sekolah juga mengapresiasi kontribusi Ketua Yayasan Pendidikan GKPS, August Sinaga, yang dinilai membawa arah pengembangan sekolah menjadi lebih terstruktur dan progresif.
Baca Juga: Rumah Annisa Rahma Terbakar, Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dimatikan
Dengan latar belakang kuat di bidang pendidikan, termasuk pengalaman sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Sumatera Utara, peran yayasan dinilai signifikan dalam mendorong berbagai inovasi.
Dengan berbagai capaian dan inovasi yang dilakukan, SMA GKPS 1 Pematangraya optimistis mampu mencetak lulusan berprestasi sekaligus berkarakter kuat di masa mendatang. (rel)