KARO, METRODAILY – Maraknya kenakalan remaja dan pelajar di Kabupaten Karo menjadi perhatian serius berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekolah. Fenomena ini dinilai semakin kompleks, dipicu oleh faktor lingkungan, pergaulan, hingga penggunaan teknologi tanpa pengawasan.
Sejumlah kasus seperti tawuran, bullying, merokok, bolos sekolah hingga perilaku menyimpang lainnya dilaporkan kerap terjadi. Bahkan, aksi tawuran pelajar disebut sering viral di media sosial dan meresahkan masyarakat.
Para pendidik menilai, tingginya rasa ingin tahu remaja tanpa diimbangi bimbingan yang tepat menjadi salah satu pemicu utama.
Baca Juga: Permandian Air Soda Karo Viral! Disebut Langka, Dulu Hanya Ada Dua di Dunia
Lingkungan keluarga yang kurang harmonis, pengaruh teman sebaya, serta minimnya kontrol terhadap penggunaan teknologi juga memperbesar risiko remaja terjerumus ke perilaku negatif.
Kepsek SMK 1 Merdeka: Remaja Harus Punya Komitmen
Kepala SMK 1 Merdeka, Mbina Bangun S.Pd., M.Psi, mengimbau para pelajar untuk menjadikan masa remaja sebagai fase pembentukan karakter.
“Stop kenakalan remaja. Jadikan masa remaja bukan sekadar momen, tetapi komitmen untuk menjadi pribadi yang cerdas, kuat, dan sehat,” tegasnya, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Rumah Siswanya Terbakar, Kepala Sekolah dan Guru SD di Karo Kunjungi Korban
Kepsek SMA N 1 Tigapanah: Peran Keluarga Sangat Penting
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Tigapanah, Kalvin Ginting S.Pd, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam membentuk perilaku anak.
Menurutnya, pola pendekatan kepada anak harus disesuaikan dengan kondisi psikologis mereka, termasuk menggunakan metode ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree) dalam proses pembinaan.
Ia juga menyoroti pentingnya aktivitas positif di rumah.
“Libatkan anak dalam kegiatan sederhana seperti mencuci piring, menyapu, atau memasak. Ini penting untuk mengisi waktu mereka dengan hal positif sekaligus mengontrol penggunaan teknologi,” ujarnya.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa Dibayar dari Dana BOSP, Guru di Karo Lega
Kalvin menegaskan bahwa tanggung jawab pembinaan generasi muda bukan hanya milik sekolah, tetapi juga keluarga dan pemerintah.
Kepsek SMA N 1 Berastagi: Kolaborasi Jadi Kunci
Pandangan serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati Martiana br Ginting, S.Pd. Ia menilai kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Di sekolah kami melakukan pembinaan maksimal selama jam belajar. Namun di luar sekolah, peran orang tua sangat penting dalam memantau aktivitas anak,” ujarnya.
Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi Boduwo Diresmikan, Bukti Polri Selalu Hadir Untuk Masyarakat
Ia menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antar semua pihak menjadi kunci utama dalam menekan angka kenakalan remaja di Kabupaten Karo.
Perlu Langkah Terpadu
Dengan meningkatnya kasus kenakalan pelajar, diperlukan langkah terpadu yang melibatkan semua elemen, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah daerah.
Penguatan pengawasan, edukasi karakter, serta pembatasan penggunaan teknologi secara bijak diharapkan mampu menekan perilaku negatif dan membentuk generasi muda yang lebih berkualitas. (Pmg)
Editor : Editor Satu