SIMALUNGUN, METRODAILY – SMK Swasta Nusantara Sahkuda, Jalan Asahan, Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, kondisinya kini sangat memprihatinkan. SMK swasta di Cabang Dinas Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara ini terus berupaya berjuang untuk tetap beroperasi dengan kondisi hanya memiliki 16 siswa.
Menurut pengakuan dari salah satu guru, sekolah tersebut memiliki 10 orang tenaga pendidik dengan satu jurusan yakni jurusan Perkantoran. Namun untuk jumlah keseluruhan siswa ia tidak begitu mengetahuinya.
"Kalau jumlah siswa keseluruhan saya kurang tau, kepala sekolah yang tau itu. Namun seupaya mungkin kami berusaha menyuruh anak didik untuk hadir ke sekolah dengan menghubungi para orangtua siswa,"kata guru yang mengakui boru Sinaga ini, Selasa(21/4/2026).
Baca Juga: Sinergi Simalungun dan Bank Sumut: Aset Tembus Rp1,04 T, Dividen Rp22,8 Miliar
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya memperjuangkan anak didik untuk hadir ke sekolah. Karena, anak-anak selama ini hanya dua hari dalam seminggu datang ke sekolah.
“Kalau pas waktu ujian anak-anak pasti datang,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap tahun sekolah tersebut membuka pendaftaran penerimaan siswa baru. Bahkan saat ini pihaknya sudah mulai mecari siswa kelapangan.
"Kalau uang sekolah disini sebesar Rp.120.000 per bulan namun tidak semua siswa membayar. Bahkan kepala sekolahpun turut membantu siswa, agar nantinya anak-anak bisa sekolah,"ungkapnya.
Baca Juga: HUT ke-193 Simalungun Diawali Ritual Maranggir, Dimeriahkan Parade 32 Kecamatan
Kepala sekolah, Bangun Rajagukguk mengaku, hingga saat ini sekolah tersebut memiliki 16 siswa dan aktif sebagai penerima dana BOS.
"Sudah babak belur sekolah ini tak bisa lagi ditangani. Lihat saja tiang bendera aja pun kami tak punya lagi. Tak bisa lagi aku selamatkan sekolah ini. Untuk tahun ini belum tahu seperti apa. Minat sekolah anak-anak disini pun agak kurang, bagaimana untuk bisa lagi bertahan,"kata Bangun dengan raut wajah sedih.
Merespon hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, August Sinaga mengatakan segera menugaskan kepala seksi SMK untuk memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.(ros)
Editor : Metro-Esa