JAKARTA, METRODAILY – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggandeng Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF dalam kolaborasi multipihak guna meningkatkan literasi dan numerasi siswa di Indonesia.
Program ini ditargetkan menjangkau 500 sekolah dasar negeri, melibatkan 1.500 guru dan kepala sekolah, serta memberi manfaat bagi sedikitnya 45.000 siswa hingga 2029.
Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan literasi membaca dan matematika siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD.
Hanya sekitar 25 persen siswa yang mencapai standar literasi membaca, dan 18 persen pada matematika. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi sejak dini, khususnya di jenjang sekolah dasar.
Baca Juga: Rijal Pasaribu Tewas Dibacok Anak Kandung, Motif Sakit Hati Terungkap
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan penguatan kemampuan dasar menjadi prioritas.
“Kerja sama ini sangat penting, terutama untuk siswa kelas awal. Literasi dan numerasi adalah fondasi utama pembelajaran,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Fokus pada Guru dan Pembelajaran
Program ini mengusung tiga pilar utama, yakni penguatan praktik pembelajaran melalui pedagogi terstruktur, pemanfaatan data asesmen diagnostik, serta penyelarasan kebijakan pusat dan daerah.
Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menekankan peran penting guru dalam keberhasilan program.
Baca Juga: Digerebek Polisi, Sarang Narkoba di Simalungun Dirubuhkan dan Dibakar
“Dengan dukungan praktik pembelajaran yang efektif dan pemanfaatan data, guru dapat menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan siswa,” jelasnya.
Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper, menyebut penguatan kemampuan dasar membaca dan matematika sebagai kunci membuka potensi generasi muda.
Sementara itu, Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya pendidikan berkualitas dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memiliki keterampilan dasar yang kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Longsor Sembahe Telan 5 Korban Jiwa, Evakuasi Dramatis di Tengah Hujan Deras
Libatkan Daerah dan Kepala Daerah
Program ini akan dilaksanakan di enam daerah, yakni Kota Medan dan Kota Pematangsiantar (Sumatera Utara), Kabupaten Batang Hari (Jambi), Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), serta Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka (NTT).
Sejumlah kepala daerah turut terlibat, di antaranya Rico Tri Putra Bayu Waas, Wesly Silalahi, dan Muhammad Fadhil Arief.
Keterlibatan pemerintah daerah menegaskan bahwa program ini merupakan gerakan bersama untuk memastikan seluruh siswa, khususnya hingga kelas 3 SD, memiliki kemampuan dasar membaca dan berhitung.
Baca Juga: MTQ Kota Sibolga Digelar 16–18 April, Sekda Tekankan Objektivitas dan Prestasi
Kolaborasi ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam penguatan sumber daya manusia, termasuk arah kebijakan RPJMN 2025–2029.
Kemitraan ini diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan merata di seluruh Indonesia. (Rel)
Editor : Editor Satu