ASAHAN, METRODAILY- Pencapaian luar biasa dan penuh makna baru saja diraih oleh Universitas Asahan (UNA). Pada hari ulang tahunnya yang ke-44, UNA mencatatkan sejarah gemilang dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd. sebagai Guru Besar pertama di institusi tersebut. Pengukuhan ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi swasta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional melalui kualitas riset dan dedikasi akademik yang tiada henti.
Pengumuman resmi ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2001/M/KPT.KP/2026 yang ditetapkan pada 3 Februari 2026. Penyerahan SK dilakukan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., di kantor LLDIKTI Wilayah I, Medan, pada Jumat, 21 Februari 2026.
Hadir dalam momen bersejarah ini adalah Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, Ketua Pengurus Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd dan Kepala LPPM UNA Dra. Hamidah Sidabalok, M.Hum.
Prof. Saiful Anwar menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Prof. Sri Rahayu. Ia menegaskan bahwa ini adalah kebanggaan tidak hanya bagi UNA, tetapi juga untuk seluruh dunia pendidikan swasta di Sumatera Utara.
"Ini bukti bahwa dosen di perguruan tinggi swasta mampu bersaing secara nasional dan internasional melalui riset berkualitas dan konsisten," ujarnya.
Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, menambahkan bahwa pengukuhan ini menjadi tonggak penting yang akan memotivasi civitas akademika untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Ia berharap, Prof. Sri Rahayu dapat menjadi mentor sekaligus role model bagi dosen-dosen muda di lingkungan UNA.
Prof. Sri Rahayu sendiri menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari perjuangan panjang selama 20 tahun di bidang Pendidikan, khususnya Teknologi Pendidikan. Ia menekuni riset tentang teknologi dalam pembelajaran, strategi pembelajaran, serta pemanfaatan ICT untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. "Ini adalah buah dari dedikasi bertahun-tahun dan kolaborasi dengan rekan sejawat," tuturnya penuh syukur.
Selama tiga tahun terakhir, Prof. Sri Rahayu aktif membangun jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi ternama, baik di Indonesia maupun internasional. Ia berhasil mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus dan Web of Science (Q1 dan Q2). Meski menghadapi tantangan besar seperti biaya tinggi dan proses peer review yang ketat, ia tetap fokus dan gigih, membuktikan bahwa kualitas dan ketekunan mampu mengatasi segala rintangan.
Sebagai Guru Besar di bidang Media Pembelajaran Bahasa Inggris, Prof. Sri Rahayu memiliki visi besar yakni memperkuat ekosistem riset inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia ingin riset tidak berhenti di publikasi, melainkan bertransformasi menjadi kebijakan, model pembelajaran, dan produk yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia pun bertekad menjadi penggerak utama dalam membangun kultur riset dan kolaborasi internasional di UNA.
Dalam wawancara singkat, Prof. Sri Rahayu membagikan tiga pesan utama untuk dosen dan mahasiswa yang bercita-cita meraih jenjang tertinggi di dunia akademik. Pertama tertib administrasi sejak dini melalui dokumentasi aktif, bangun jejaring kolaborasi, bukan kompetisi dan fokus pada keahlian mendalam dan linier agar diakui sebagai pakar dalam bidang tertentu.
Baca Juga: UNA Gelar Asesmen Akreditasi BAN-PT untuk Program Studi Ilmu Hukum
Momentum Bersejarah dan Warisan Akademik
Pengukuhan ini bukan sekadar pencapaian personal, tetapi simbol marwah akademik dan legacy building. Prof. Sri Rahayu menegaskan bahwa guru besar harus mampu menjadi tolok ukur kualitas, membangun kaderisasi, serta menciptakan lingkungan kampus yang inovatif dan berintegritas.
Ulang tahun ke-44 ini menjadi momentum refleksi sekaligus awal dari era baru bagi UNA. Prof. Sri Rahayu membuka lembaran baru yang penuh inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan, serta menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan dan riset.(rel)
Editor : Metro-Esa