TAPTENG, METRODAILY — Pascabencana ekologis yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Pendidikan (Disdik) Tapteng mendorong penerapan metode pembelajaran menyenangkan di seluruh satuan pendidikan.
Metode tersebut bertujuan menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan partisipatif, sehingga siswa merasa nyaman serta termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Johannes Simanjuntak, mengatakan pembelajaran menyenangkan dilaksanakan melalui metode interaktif, seperti diskusi kelompok dan permainan edukatif.
“Pembelajaran menyenangkan ini untuk meningkatkan semangat dan kualitas siswa,” ujar Johannes, Sabtu (21/2/2026), di Pandan.
Selain itu, Disdik Tapteng juga meluncurkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Kebencanaan. Kurikulum ini berfokus pada pembentukan sekolah tangguh bencana dan penguatan mitigasi kebencanaan.
Program tersebut mencakup pelatihan psikososial bagi guru, penanaman nilai kearifan lokal, serta penetapan standar operasional prosedur (SOP) sekolah yang peduli terhadap lingkungan.
Implementasi KSP Kebencanaan ditandai dengan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap satuan pendidikan, penanaman pohon dan bunga di lingkungan sekolah, serta pembenahan fasilitas sekolah melalui pengecatan.
“Dengan demikian, layanan dasar pendidikan diharapkan dapat terwujud di masing-masing satuan pendidikan yang ada di Tapteng,” pungkasnya. (Zatam)
Editor : Editor Satu