Saat Pendaftaran Murid Baru
JAKARTA, METRODAILY – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa sertifikat prestasi non-akademik, termasuk juara lomba seni, dapat menjadi nilai tambah dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Ketentuan tersebut tertuang dalam surat edaran Kemendikdasmen yang mengatur integrasi nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) ke dalam SPMB. Nilai TKA digunakan pada jalur prestasi akademik sebagai salah satu indikator seleksi penerimaan murid baru.
Kebijakan ini bertujuan menciptakan mekanisme seleksi yang lebih objektif, terstandar, dan adil, sekaligus mengurangi ketimpangan penilaian antarsatuan pendidikan.
Surat edaran tersebut juga menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan sekolah agar pelaksanaan SPMB berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
Pembina Tim Kerja Peserta Didik Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Minhajul Ngabidin, menjelaskan bahwa jalur prestasi SPMB tidak hanya menilai capaian akademik, tetapi juga membuka ruang bagi prestasi non-akademik.
“Sertifikat juara di bidang seni, seperti lomba menggambar dan mewarnai, bisa menjadi nilai tambah. Ajang seperti Creative Family Award ini dapat didaftarkan ke Puspresnas agar mendapatkan pengakuan resmi dari Kemendikdasmen. Sertifikatnya bisa digunakan untuk mendaftar SPMB,” ujar Minhajul saat penyerahan penghargaan Creative Family Award (CFA)–Art Alive Faber-Castell 2024/2025 di Jakarta, Selasa (20/1).
Minhajul menekankan bahwa keberhasilan anak tidak semata ditentukan oleh nilai akademik tinggi, seperti Matematika atau IPA. Setiap anak, menurutnya, memiliki potensi yang berbeda-beda.
“Orang tua tidak perlu khawatir jika anak tidak unggul secara akademik. Bisa jadi mereka memiliki bakat lain yang menonjol, seperti di bidang seni, kepemimpinan, atau minat tertentu,” katanya.
Ia juga mengutip teori pendidikan yang menyebutkan bahwa kontribusi kemampuan akademik terhadap kesuksesan seseorang hanya sekitar 20 persen. Sisanya ditentukan oleh faktor karakter dan soft skill.
“Delapan puluh persen itu adalah karakter, keberanian, dan kemampuan bekerja sama, di samping kemampuan akademik,” jelasnya.
Atas dasar itu, Kemendikdasmen mengapresiasi berbagai pihak yang konsisten menghadirkan kegiatan pengembangan karakter dan soft skill peserta didik, termasuk melalui ajang Creative Family Award.
Sebagai informasi, CFA 2024/2025 mengusung tema Art Alive dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Faber-Castell menetapkan lima pemenang nasional dengan hadiah utama wisata ke Malaysia. Salah satunya adalah Hafiza Khaira Nuril Huda, siswa SDN Jember Kidul 04, Jember, Jawa Timur.
Sementara itu, Product Manager Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen, menyampaikan bahwa seni memiliki peran penting dalam perkembangan kecerdasan anak. Aktivitas seni, seperti doodling, dapat merangsang kerja otak kanan.
“Doodling melatih anak untuk berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan mengekspresikan emosi. Ini berpengaruh besar pada kreativitas dan perkembangan emosional anak,” ujarnya. (Jp)
Editor : Editor Satu