Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Akibat Banjir, 135 Siswa SD dan 55 Siswa SMP Ujian Darurat di Desa Tetangga

Editor Satu • Rabu, 10 Desember 2025 | 14:30 WIB

Siswa SD mengikuti ujian di lokasi darurat setelah sekolah mereka rusak dan dipenuhi lumpur akibat banjir.
Siswa SD mengikuti ujian di lokasi darurat setelah sekolah mereka rusak dan dipenuhi lumpur akibat banjir.

MADINA, METRODAILY – Sebanyak 135 siswa sekolah dasar (SD) dan 55 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Muara Batang Angkol, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terpaksa menjalani ujian semester di desa tetangga setelah sekolah mereka belum dapat digunakan akibat lumpur tebal yang menutupi bangunan pascabanjir.

Para siswa harus berpindah ke Desa Huta Godang Muda untuk mengikuti ujian. Mobilisasi mereka dilakukan menggunakan angkutan umum yang disiapkan oleh PT Sorik Mas Mining (PT SMM) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta truk milik Satpol PP Pemerintah Madina.

Sebanyak 135 siswa SD mengikuti ujian semester ganjil di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Guppi Desa Huta Godang Muda pada Senin (8/12/2025).

Baca Juga: Ratusan Kilo Barang Ilegal Pembawa Virus Dimusnahkan Karantina Tanjungbalai

Kepala SDN 043, Khairani Hasibuan, menjelaskan bahwa pembersihan sekolah sebenarnya telah dilakukan secara gotong royong oleh guru-guru se-Kecamatan Siabu. Namun, kondisi halaman sekolah masih dipenuhi lumpur tebal sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar maupun ujian.

“Karena kondisi halaman sekolah masih tebal tanah dan lumpurnya, makanya siswa kita pindahkan ke sini untuk mengikuti ujian,” ujar Khairani.

Ia menambahkan, para siswa tetap menunjukkan antusiasme mengikuti ujian meskipun berada di tempat berbeda dan ada beberapa yang tidak mengenakan seragam akibat terdampak banjir.

Hanya sebagian kecil siswa yang tidak hadir, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan.

Baca Juga: Komunitas Akur Bienam Rantauprapat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

Sementara itu, Kepala SMPN 7 Sangkot Nasution menyampaikan bahwa pihaknya sempat kebingungan menentukan lokasi ujian karena kondisi sekolah yang rusak parah, termasuk mobiler yang tidak dapat digunakan.

Solusi akhirnya datang setelah sekolah MDA di desa tersebut bersedia menampung para pelajar.

“Ada 55 siswa kita hadir secara keseluruhan, bahkan dua siswa yang rumahnya terkena longsor juga tetap hadir,” ujar Sangkot Nasution.

Relokasi ujian ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pendidikan para siswa hingga fasilitas sekolah mereka kembali normal. (net)

Editor : Editor Satu
#banjir madina #pindah lokasi ujian #ujian sd