MEDAN, METRODAILY – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan formulasi khusus sebagai pengganti ujian akhir semester (UAS) bagi siswa yang terdampak banjir bandang dan longsor. Saat ini UAS tingkat SMA dan SMK sedang berlangsung di seluruh wilayah Sumut.
Kepala Disdik Sumut, Alexander Sinulingga, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Pendidikan terkait skema darurat tersebut.
“Ada (pengganti UAS). Sabtu kemarin kami sudah Zoom dengan Pak Mendiknas, dan besok formulanya kami susun. Ada beberapa alternatif yang bisa kita ambil supaya anak-anak tetap bisa mengikuti ujian yang sedang berlangsung,” ujarnya, Senin (8/12).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai Bea Cukai Tanpa Gaji Jika Masih Berani Main-main
Salah satu opsi ujian pengganti adalah penulisan esai oleh siswa. Namun kebijakan finalnya masih diformulasikan karena tingkat dampak bencana berbeda di tiap daerah.
“Bisa membuat esai, seperti itu. Tapi polanya akan kami finalkan dulu. Tidak mungkin seragam, harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” katanya.
Berdasarkan data Disdik Sumut, terdapat 79 bangunan SMA/SMK/SLB yang terdampak bencana di tiga kabupaten. Rinciannya, 51 SMA, 25 SMK, dan 3 SLB.
“Kerusakan bervariasi. Di Tapanuli Tengah selain banjir juga ada longsor,” jelas Alexander.
Baca Juga: Manchester United Era Amorim Pecahkan Statistik Premier League
Salah satu sekolah dengan kerusakan terparah adalah SMK Negeri 1 Badiri di Kabupaten Tapanuli Tengah. Tinggi endapan lumpur di area sekolah tersebut mencapai seleher orang dewasa.
“Kondisi paling parah itu di SMK Negeri 1 Badiri, dengan taksiran kerugian lebih dari Rp3 miliar. Tanahnya tertimbun sampai sedada–seleher saya,” ungkap Alexander.
Disdik Sumut memastikan kebijakan ujian pengganti akan segera ditetapkan agar siswa terdampak tetap dapat mengikuti evaluasi akademik tanpa mengabaikan kondisi darurat yang mereka hadapi. (dtc)