Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tanoto Foundation Dorong Praktik Pembelajaran Mendalam di Sekolah Siantar

Editor Satu • Senin, 3 November 2025 | 11:50 WIB
Guru SMPN 9 Pematangsiantar menerapkan metode Pembelajaran Mendalam saat kegiatan belajar mengajar.
Guru SMPN 9 Pematangsiantar menerapkan metode Pembelajaran Mendalam saat kegiatan belajar mengajar.

SIANTAR, METRODAILY — Tanoto Foundation melalui Fasilitator Daerah (Fasda) Perubahan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pematangsiantar.

Sejak Agustus lalu, para Fasda memberikan pelatihan komprehensif terkait pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) kepada guru jenjang SMP, yang kini mulai terlihat implementasinya di ruang kelas.

Salah satunya di SMP Negeri 9 Pematangsiantar. Seusai jam istirahat, guru Pendidikan Pancasila Elsa Betesa Pardede mengajak siswa kelas 8 mengidentifikasi aturan dalam kehidupan sehari-hari melalui metode aktif dan kolaboratif.

Siswa diberikan sticky notes untuk menuliskan contoh perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan di rumah, lalu mengategorikannya di papan tulis.

Metode tersebut merupakan penerapan Pembelajaran Mendalam—pendekatan yang menekankan pemahaman utuh, bukan sekadar hafalan, dengan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan.

“Pembelajaran mendalam ini lebih kontekstual, membuat siswa mengenal lingkungan sekitar dan lebih mudah memahami pelajaran. Saya juga menerapkan permainan Make a Match agar siswa lebih antusias,” ujar Elsa, Kamis (30/10).

Elsa mengaku pelatihan dari Fasda membuatnya memahami unsur-unsur penting dalam Deep Learning, termasuk konsep MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) dan Pertanyaan PIT (Produktif, Imajinatif, Terbuka).

30 Guru, 10 Sekolah Disasar Program

Pelatihan diberikan Fasda Tanoto Foundation Kota Pematangsiantar yang mengatasnamakan diri “Tim Bincang Santai”. Program menyasar 10 sekolah di empat kecamatan dengan total 30 guru dari SMP negeri dan swasta.

Koordinator Fasda Ion Genesis Situmorang menjelaskan program ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa.

“Kami menyasar sekolah yang belum mendapatkan pelatihan serupa dari dinas dan yang perlu intervensi nilai rapor literasi-numerasi,” ujar Ion.

Pendekatan MIKiR dan PIT telah diserap Fasda sejak 2018 dari Tanoto Foundation dan dinilai sangat aplikatif untuk mendorong pembelajaran aktif dan kritis.

Pemko Apresiasi Peran Tanoto Foundation

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Muhammad Hamdani Lubis mengapresiasi kontribusi Tanoto Foundation yang telah mendampingi sekolah-sekolah di kota itu sejak 2017.

“Kemampuan literasi dan numerasi peserta didik semakin baik. Saat ini Pematangsiantar berada pada angka 77,73% untuk jenjang SD dan SMP,” katanya.

Hamdani menegaskan pihaknya akan mengimbaskan praktik baik ini ke seluruh satuan pendidikan di kota tersebut.

Project Management Unit Tanoto Foundation Mesri Yanti Gultom menyebut program Fasda memasuki tahun ketiga, dengan fokus pada pembelajaran berbasis STEM dan Deep Learning.

“Kami berharap Fasda bisa menjadi champion di daerah masing-masing. Melalui proyek ini mereka belajar mengidentifikasi masalah hingga mencari solusi berdampak luas,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat kapasitas guru demi menciptakan pembelajaran yang relevan dan adaptif bagi siswa di era teknologi. (Net)

Editor : Editor Satu
#Deep Learning #tanoto foundation