Gelar Karya 80 Media Pembelajaran, 100 Guru di Batu Bara Pamer Inovasi Tingkatkan Numerasi
Editor Satu• Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:01 WIB
Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal SE MAP bersama Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusra meninjau hasil Karya Media Pembelajaran para guru untuk peningkatan numerasi siswa.
BATU BARA, METRODAILY — Sebanyak 100 guru sekolah dasar di Kabupaten Batu Bara memamerkan 80 karya media pembelajaran sederhana dalam Gelar Karya Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Pemanfaatan Media Pembelajaran Sederhana, Kamis (16/10/2025), di Aula Kantor Bupati Batu Bara.
Kegiatan ini menjadi puncak program Fasilitator Daerah (Fasda) Perubahan 2024 yang berkolaborasi dengan Tanoto Foundation, setelah pelatihan 3 bulan.
Program Fasda Perubahan bertujuan meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan media pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan, guna mendorong kemampuan numerasi siswa.
Ketua Tim Guru Bisa, Juni Hariyanto, menyebutkan bahwa kegiatan ini lahir dari dua tantangan utama: capaian numerasi siswa SD di Batu Bara masih berada pada kategori sedang, dan masih sedikit guru yang menggunakan media pembelajaran di kelas.
“Melalui pelatihan ini, guru diajak berinovasi memanfaatkan bahan-bahan sederhana dari lingkungan sekitar, agar pembelajaran numerasi menjadi menyenangkan dan mudah dipahami siswa,” kata Juni.
Pelatihan intensif ini berlangsung selama tiga bulan sejak Juli hingga September 2025, melibatkan dua tim penggerak Fasda. Yakni Tim Guru Bisa (Lili Gusni, Siti Najaliyah, dan Juni Hariyanto) dan Tim Lentera (Arief Mahdian, Desi Yusnizar, Merli Gultom, Wan Syahfina Yahmi Hasibuan, dan Syamsul Susidi).
Kegiatan dilakukan di empat kecamatan: Lima Puluh Pesisir, Laut Tador, Pasir Putih, dan Air Putih, dengan total 40 sekolah dasar peserta.
Sejumlah guru memamerkan media pembelajaran yang mereka kreasikan, dalam gelar karya di Batu Bara, Kamis.
Wakil Bupati Apresiasi Inovasi Guru
Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal SE MAP, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada para guru yang telah menampilkan karya kreatifnya.
“Kegiatan ini luar biasa. Cara guru menyampaikan pesan pembelajaran lewat media yang inovatif membuat anak-anak lebih mudah memahami pelajaran,” ujarnya.
Ia memastikan Pemkab Batu Bara akan terus mendukung peningkatan kompetensi guru, termasuk memperluas program serupa ke 12 kecamatan.
“Dinas Pendidikan sudah kami minta menyiapkan segala dukungan administratif dan anggaran agar seluruh sekolah di Batu Bara bisa ikut. Hasil karya guru ini sangat positif dan harus dilanjutkan,” tegasnya.
Syafrizal menambahkan, kolaborasi dengan Tanoto Foundation akan terus diperkuat. “Program seperti ini harus berkelanjutan. Kita ingin seluruh guru di Batu Bara menjadi lebih profesional, kreatif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Tanoto Foundation: Fasda adalah Aset Daerah
Regional Lead Tanoto Foundation Sumut, Medi Yusva, menyampaikan apresiasinya kepada para fasilitator daerah yang telah menunjukkan militansi luar biasa dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Para Fasda ini adalah aset Batu Bara. Mereka tahu betul kondisi di lapangan dan tahu obat yang pas untuk ‘menyembuhkan’ tantangan pendidikan di daerahnya,” ujar Medi.
Ia menegaskan, Tanoto Foundation tidak hanya ingin melatih, tetapi juga membangun kapasitas lokal agar perubahan pendidikan dapat berkelanjutan.
“Pendidikan adalah obat, dan para Fasda inilah dokternya. Mereka tahu resep yang cocok untuk meningkatkan mutu belajar di daerah masing-masing,” tambahnya.
Program ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yakni membangun generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter melalui pendidikan yang berkualitas dan menyenangkan.
Regional Lead Tanoto Foundation Sumut, Medi Yusva, menyerahkan hadiah apresiasi kepada guru pemenang karya terbaik dalam Gelar Karya media pembelajaran.
Juara Media Pembelajaran Fasda Batu Bara
Dalam Gelar Karya tersebut, para guru juga berkompetisi menampilkan karya terbaik.
Berikut daftar pemenangnya:
Terbaik I: AAN Suryadi — “Lapera” (SDN 12 Titi Putih)
Terbaik II: Yunita Lestari — “Carik” (SDN 03 Lubuk Cuik)
Terbaik III: Nurasiah — “Tampil: Bilangan Prima” (SDN 13 Perupuk)
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa guru-guru di Batu Bara mampu menjadi agen perubahan di dunia pendidikan.
Dari pelatihan, pendampingan, hingga pameran karya, seluruh proses dilakukan secara kolaboratif untuk menciptakan media pembelajaran yang kontekstual dan relevan.
“Harapan kami sederhana: agar setiap guru dapat menciptakan suasana belajar yang bahagia dan bermakna bagi anak-anak didiknya,” tutup Juni Hariyanto. (Mea)