BATU BARA, METRODAILY – Tingkat kemampuan numerasi siswa SD di Kabupaten Batu Bara tahun 2025 masih tergolong sedang, hanya mencapai 65,23 persen. Fakta ini terungkap dalam rapor pendidikan Dinas Pendidikan Batu Bara.
Kondisi ini memantik aksi inovatif para guru yang membentuk tim “Guru Bisa” dengan metode pembelajaran berbasis lingkungan BAHAGIA (Berpikir kritis, Aktif belajar, Hadapi tantangan, Analisis informasi, Giat berlatih, Inovatif, Ambisius).
Kepala SDN 03 Perkebunan Sipare-Pare, Juni Hariyanto, S.Pd, menegaskan rendahnya kualitas pembelajaran berpotensi menimbulkan masalah serius.
Baca Juga: Oknum Polisi Di Tanjungbalai Jadi Tersangka Pencurian Uang Milik Tersangka Kasus Narkotika
“Jika dibiarkan, siswa dengan numerasi rendah akan kesulitan memahami konsep matematika kompleks. Dampaknya bisa merembet ke nilai akademik lain, bahkan karir masa depan,” ujarnya saat evaluasi program bersama Tanoto Foundation dan Dinas Pendidikan Batu Bara.
Menurut data, indikator kualitas pembelajaran hanya naik tipis sebesar 0,57 poin, dengan sub indikator metode pembelajaran menjadi yang terendah.
Juni bersama dua rekannya, Siti Najaliyah, S.Pd dan Lili Gusni, S.Pd, menggagas proyek pelatihan guru dengan pendekatan BAHAGIA. Mereka menargetkan 19 sekolah di Kecamatan Lima Puluh Pesisir yang memiliki rapor numerasi rendah.
Baca Juga: Sat Polairud Polres Tanjungbalai Rutin Patroli Tingkatkan Keamanan di Perairan
“Media berbasis lingkungan yang BAHAGIA membuat matematika lebih interaktif dan menarik. Kami ingin minimal ada peningkatan numerasi 20 persen dalam evaluasi akhir,” ungkap Siti.
Proyek ini melibatkan 76 guru dan 19 kepala sekolah yang dilatih membuat media pembelajaran kreatif dari bahan lingkungan sekitar. Mereka juga mendapat pendampingan langsung hingga monitoring ke sekolah.
Kegiatan ditutup dengan gelar karya satu hari penuh, di mana seluruh peserta mempresentasikan media pembelajaran yang mereka buat. Hasilnya, lebih dari 80 persen guru berhasil menciptakan media baru untuk mendukung pembelajaran numerasi siswa.
Baca Juga: Tips Jitu Mengurangi Pemakaian Listrik Tanpa Mengorbankan Kenyamanan
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengangkat kualitas pendidikan dasar di Batu Bara. (rel)
Editor : Editor Satu