TAPSEL, METRODAILY – Tim Riset MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan (Tapsel) sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan mewakili Sumatera Utara sebagai finalis lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional yang digelar oleh Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kepala MAN IC Tapsel, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I, M.Si, Rabu (20/8/2025) mengatakan, timnya berhasil melaju ke babak final setelah menyingkirkan banyak pesaing dari berbagai sekolah SLTA sederajat di Sumut.
“Karya tulis berjudul Si-Bargot: Sintesis Absorben Berbasis Biomasa Tandan Bargot Tersisip Al2(SO4)3 untuk Pengolahan Limbah Sintesis mengantarkan Tim Riset MAN IC Tapsel ke tingkat nasional,” ujar Abdul Hakim.
Baca Juga: Rumah Karyawan PTPN 4 di Simalungun Dirampok, Polisi Ungkap Kerugian Rp75 Juta
Dalam final yang berlangsung 12–13 Agustus 2025 di Kampus ITB Jalan Ganesha Bandung, Tim Riset MAN IC Tapsel bersaing dengan 14 tim dari berbagai provinsi di Indonesia.
Mereka di antaranya berasal dari SMAN 1 Tangerang Selatan, SMAN 2 Tasikmalaya, MAN IC Pasuruan, SMAN 10 Surabaya, SMA Nasional KPS Balikpapan, hingga MAN 2 Kudus.
Pembimbing tim, Mis Ariska Rambe, menjelaskan pemilihan bahan tandan bargot (tandan nira) karena mengandung lignoselulosa yang kaya gugus fungsional hidroksil dan karboksilat, sehingga efektif sebagai absorben limbah dan mudah ditemui di Tapanuli Selatan.
“Ini sangat tepat untuk penelitian karena aplikatif dan berbasis potensi lokal,” katanya.
Baca Juga: Pasar Baru Serbelawan Terbakar, Pedagang Tolak Direlokasi Meski Rugi Besar
Selama kompetisi, peserta diminta membuat dan menguji adsorben langsung di Laboratorium Kimia ITB. Selain itu, mereka juga mengikuti workshop pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran serta pengenalan material nano.
Meski tidak meraih gelar juara, Abdul Hakim menegaskan prestasi ini sangat berarti.
“Keikutsertaan dalam lomba ini memberikan pengalaman berharga, mulai dari memperdalam keterampilan riset hingga memahami aplikasi nyata adsorben berbasis alam dalam pengolahan limbah,” tuturnya.
Tim riset yang terdiri dari Afifah Afrah, Khoirunnisa, dan Qolbi Fitri juga mengaku bangga dapat bertemu peneliti hebat dari seluruh Indonesia. (net)
Editor : Editor Satu