JAKARTA, METRODAILY – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara tegas melarang pelajar memainkan game Roblox.
Ia menilai game tersebut mengandung kekerasan dan ucapan tak pantas yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak.
"Jangan main yang blox-blox (Roblox, red), karena itu tidak baik," ujar Mu’ti saat memantau pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, Senin (4/8).
Mu’ti menilai anak-anak belum mampu membedakan antara realita dan rekayasa. Hal ini membuat mereka cenderung meniru adegan dalam game, termasuk aksi membanting karakter yang dianggap wajar di dunia maya, namun berbahaya jika ditiru di dunia nyata.
Baca Juga: Cegah Harga Melonjak, Pemko Siantar Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah Serentak
Sebagai alternatif, ia menyarankan agar anak-anak mengakses tayangan edukatif seperti Dora the Explorer. Menurutnya, tayangan seperti itu bisa merangsang kemampuan problem solving dan pembelajaran sosial.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membatasi penggunaan gawai, sekaligus mendorong penyedia layanan digital menciptakan konten yang ramah anak.
Dalam kunjungan tersebut, Mu’ti menyapa langsung 305 siswa yang menjalani delapan jenis pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Polres Simalungun Bagi 2.500 Bendera Merah Putih, Pengendara Senang
Ia juga bercengkerama dan sempat tertawa ketika seorang siswa mengaku pernah makan kertas.
“Waduh, makan kertas?” ucapnya sambil tertawa, sembari menenangkan para guru yang panik dengan celetukan itu.
Mu’ti pun berpesan agar anak-anak rajin makan makanan bergizi dan berolahraga agar tetap sehat dan bisa belajar dengan baik.
Sementara itu, sejumlah murid mengaku sempat takut karena mengira akan disuntik dalam rangkaian cek kesehatan ini. Namun setelah dijalani, mereka justru merasa senang dan mendapatkan banyak saran menjaga kebersihan diri.
Baca Juga: Gegara Rp100 Ribu, Abang-Adik Ribut di Siantar, Begini Kronologisnya
“Seru, disuruh banyak makan sayur dan jaga kesehatan,” kata Naila, siswi kelas 6.
Hal senada diungkap Aliza. "Awalnya takut disuntik, ternyata enggak," ujarnya. Ia diperiksa selama 20 menit dan disarankan membersihkan karang gigi serta telinga. (jp)
Editor : Editor Satu