Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Veronica Tan Sentil Generasi Strawberry: Jangan Sampai Emosi Kalahkan Akal Sehat!

Editor Satu • Kamis, 31 Juli 2025 | 10:52 WIB
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan saat mengisi salah satu sesi di acara Tanoto Scholars Gathering 2025.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan saat mengisi salah satu sesi di acara Tanoto Scholars Gathering 2025.

RIAU, METRODAILY – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menyoroti fenomena generasi muda yang rapuh secara mental di era digital.

Dalam pidatonya di acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2025, Rabu (23/7), Veronica mengajak para mahasiswa kembali mengasah akal budi dan hati nurani, bukan hanya mengejar kecerdasan intelektual.

“IQ tinggi saja tidak cukup. Akal harus ditempel budi. Jangan sampai emosi kalian melebihi akal sehat,” tegas Veronica di hadapan hampir 300 Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia di Komplek PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau.

Peringatan Veronica bukan tanpa alasan. Berdasarkan Survei Nasional Kesehatan Mental Remaja Indonesia 2024, sekitar 15,5 juta remaja atau 34,9% dari total populasi remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

Data Riskesdas 2023 juga mencatat sekitar 2% penduduk usia di atas 15 tahun mengalami gangguan seperti depresi, kecemasan, hingga skizofrenia.

Julukan “generasi strawberry”—tampak menarik di luar, tapi mudah ‘memar’ di dalam—kian relevan. Tekanan akademik, paparan media sosial, hingga ekspektasi sosial ditengarai jadi pemicu.

2.	Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, foto bersama hampir 300 Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia di Komplek PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau.
2. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, foto bersama hampir 300 Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia di Komplek PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau.

Veronica: “Resiliensi Kalian Harus Lebih Kuat dari Generasi Kami”

Veronica mengingatkan generasi muda bahwa di era digital yang serba cepat, keseimbangan antara emosi, akal, dan nilai moral adalah kunci untuk bertahan.

“Kalian terpapar informasi dari mana-mana. Jangan cuma ikut arus konten viral. Bacalah hal bermutu, refleksikan moral, dan dengarkan nurani,” katanya. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan hati nurani sebagai kompas moral, dan akal budi sebagai alat navigasi hidup.

Selain menguatkan karakter pribadi, Veronica menekankan pentingnya kolaborasi dan solidaritas komunitas. Ia percaya perubahan besar dimulai dari gerakan kecil yang dilakukan bersama-sama.

“Kalau seribu orang bergerak bersama atas dasar nilai kebaikan, dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani speak up dalam memperjuangkan moralitas, terutama di tengah dominasi konten negatif di media sosial.

“Kalau memang harus bersuara demi moralitas, lakukan! Jangan diam,” katanya lantang.

Veronica menutup pesannya dengan penekanan bahwa Tanoto Scholars bukan hanya ditantang untuk berprestasi, tetapi juga menjadi pemimpin muda yang membawa nilai dalam sikap, perkataan, dan tindakan. (rel)

Editor : Editor Satu
#generasi strawberry #veronica tan