Siswa Kelas VI Tak Bisa Baca, Plt Kasek SDN 135 Paranginan Bangun Pondok Baca dari Sumbangan Wali Murid
Editor Satu• Jumat, 25 Juli 2025 | 13:25 WIB
Sejumlah murid SDN 135 Paranginan terlihat serius membaca di Pondok Baca yang dibangun dari sumbangan orangtua murid. Fasilitas ini hadir sebagai upaya meningkatkan minat baca.
HUMBAHAS, METRODAILY – Temuan mengejutkan terjadi di SD Negeri 135 Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.
Seorang siswa kelas VI kedapatan belum bisa membaca, memicu inisiatif Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Lena Simamora, untuk membangun pondok baca di lingkungan sekolah.
“Waktu saya mengajar kelas VI, saya temukan satu anak belum bisa membaca. Itu yang jadi awal munculnya ide pondok baca ini,” ujar Lena kepada wartawan, Rabu (23/7/2025).
Pondok baca yang dibangun dari kayu itu kini berdiri dua unit di dalam kawasan sekolah. Menariknya, pembangunan fasilitas ini bukan dari anggaran pemerintah, melainkan hasil kesepakatan antara sekolah, komite, dan orangtua siswa.
“Semua bahan dari sumbangan orangtua. Ada yang beri uang, batang pohon, sampai seng,” ungkap Lena.
Tujuan utama pembangunan pondok baca ini adalah agar tidak ada lagi siswa yang lulus tanpa kemampuan dasar membaca. Lena juga memastikan, siswa yang sebelumnya tidak bisa membaca kini sudah mampu, dan dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental.
Namun saat ditanya apakah kegagalan membaca tersebut karena kurangnya perhatian guru sebelumnya, Lena enggan menjawab secara gamblang.
Menanggapi hal ini, Plt Kadis Pendidikan Humbahas Martahan Panjaitan menegaskan pihaknya akan melakukan pembinaan intensif terhadap seluruh sekolah. Ia bahkan mengeluarkan instruksi tegas:
“Kepala sekolah wajib buat surat pernyataan: siswa kelas 1-3 harus bisa membaca, dan kelas 4-6 harus bisa berhitung. Kalau tidak tercapai, akan dievaluasi.”
Martahan juga menegaskan pembinaan akan dilakukan setiap semester untuk memastikan sistem belajar mengajar benar-benar berjalan sesuai target pendidikan dasar. (gam)