MEDAN, METRODAILY – Tiga tahun pertama kehidupan anak adalah masa krusial yang belum banyak dipahami oleh orang tua dan pengasuh di Indonesia. Padahal, menurut Nurturing Care Framework (NCF) WHO, masa tersebut adalah fondasi utama tumbuh kembang anak secara optimal.
Momen peringatan Hari Anak Nasional dimanfaatkan Tanoto Foundation dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara (Sumut) untuk memperkuat komitmen membangun ekosistem pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.
Hal ini mengemuka dalam dialog terbuka yang digelar di Kota Medan, Rabu (23/7/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, H. Muhammad Faisal Hasrimy, menegaskan bahwa pengasuhan anak usia dini telah menjadi prioritas pembangunan kesehatan daerah, sejalan dengan visi Gubernur Sumut dan transformasi layanan kesehatan primer yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto–Wapres Gibran Rakabuming Raka.
“Kami fokus pada pencegahan dan promotif, bukan hanya kuratif. Posyandu, Puskesmas, dan program intervensi layanan primer (ILP) terus kami perkuat sebagai ujung tombak pelayanan ibu dan anak,” tegas Hasrimy.
Pihaknya juga menjalankan program unggulan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) dengan melibatkan guru-guru PAUD dan kader Posyandu agar bisa memantau tumbuh kembang anak secara rutin.
Lebih lanjut, Hasrimy menyampaikan bahwa akses layanan dasar yang merata adalah hak semua anak, termasuk di wilayah terpencil. Pemerintah provinsi membentuk klaster layanan berbasis siklus hidup di Puskesmas, mulai dari ibu hamil, bayi, hingga remaja.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Tanoto Foundation adalah mitra strategis kami yang memahami kondisi di lapangan dan memperkuat intervensi yang kami lakukan,” tambahnya.
Tanoto Foundation, lewat Project Management Unit Coordinator-nya, Felly Ardan, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung perkembangan anak usia dini melalui program SIGAP (Siapkan Generasi Anak Berprestasi).
Felly menyoroti rendahnya angka partisipasi pendidikan pra-sekolah di Indonesia, yang masih sekitar 35%. Ia menyebut, kerja sama antar-lembaga termasuk dalam ECED Collaborative dan ECED Council (forum ahli multidisiplin anak usia dini) sangat penting untuk mengisi kekosongan tersebut.
“Kami percaya bahwa setiap anak punya potensi. SIGAP kami rancang untuk mendukung tumbuh kembang anak dari sisi kesehatan, pembelajaran, dan kesejahteraan psikososial,” ujar Felly.
Baik pemerintah maupun pihak swasta sepakat: investasi pada anak usia dini hari ini adalah fondasi kuat untuk Indonesia Emas 2045. (rel)
Editor : Editor Satu