Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

IT Del Gandeng Cyberbit Latih Mahasiswa Perkuat Keamanan Siber Indonesia

Editor Satu • Senin, 3 Februari 2025 | 19:06 WIB
Rektor IT Del Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga [kiri] dan Direktur Cyberbit Suwandy Wijaya [kanan] menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dari kerja sama strategis antara IT Del dengan Cyberbit.
Rektor IT Del Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga [kiri] dan Direktur Cyberbit Suwandy Wijaya [kanan] menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dari kerja sama strategis antara IT Del dengan Cyberbit.

LAGUBOTI, METRODAILY – Institut Teknologi Del (IT Del) menggandeng PT Nusantara Siber Kreasi (Cyberbit) dalam kerja sama strategis di bidang keamanan siber.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 3 Februari 2025, bertujuan mencetak talenta unggul yang siap menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, Cyberbit menyerahkan lima lisensi Not For Resale (NFR) dari platform Cyberbit Cyber Range kepada IT Del.

Platform ini akan digunakan untuk pelatihan keamanan siber berbasis simulasi serangan dunia nyata, mencakup Cyber Range Training, Endpoint Detection and Response (EDR), Security Information and Event Management (SIEM), hingga Threat Hunting.

Rektor IT Del, Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga, menyebut kerja sama ini selaras dengan visi kampus untuk menjadi pusat unggulan di bidang keamanan siber. “Kami optimis dapat mencetak lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam memperkuat keamanan siber di Indonesia,” ujarnya.

Direktur Cyberbit, Suwandy Wijaya, menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan di bidang keamanan siber, mengingat tingginya ancaman digital di Indonesia.

“Dengan teknologi Cyberbit Cyber Range, kami berharap mahasiswa IT Del dapat memperoleh pengalaman pelatihan yang realistis, sehingga siap menghadapi tantangan nyata di dunia siber,” katanya.

Indonesia saat ini menghadapi ancaman siber yang signifikan. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 403 juta serangan siber terjadi sepanjang 2023, sementara laporan Surfshark menyebutkan Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dalam jumlah kebocoran data, dengan lebih dari 150 juta kasus dalam satu dekade terakhir.

Namun, kebutuhan tenaga ahli keamanan siber masih jauh dari cukup. Studi ISC2 Cybersecurity Workforce Study 2022 menunjukkan kekurangan global mencapai 3,42 juta profesional, dengan wilayah Asia-Pasifik mengalami defisit tenaga kerja terbesar, yaitu 2,1 juta orang.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan mahasiswa, kerja sama ini juga mencakup kompetisi E-Sport Cybersecurity yang didukung penuh oleh Cyberbit.

Kompetisi ini dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menghadapi simulasi serangan siber secara langsung.

Kolaborasi antara IT Del dan Cyberbit diharapkan dapat memperkuat ketahanan siber nasional serta membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang di industri keamanan siber global. (Rel)

Editor : Editor Satu
#IT Del #cyberbit