Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

FISIP UM-Tapsel Gelar Pengabdian Masyarakat di Thailand, Mitigasi Bencana dengan Aplikasi IoT

Admin Metro Daily • Kamis, 23 Januari 2025 | 12:00 WIB
Dosen dan mahasiswa FISIP UM-Tapsel melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Sekolah Kebangsaan Chumchon Sahapattana, Thailand Selatan, pada 5-10 Januari 2025.
Dosen dan mahasiswa FISIP UM-Tapsel melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Sekolah Kebangsaan Chumchon Sahapattana, Thailand Selatan, pada 5-10 Januari 2025.

SIDIMPUAN, METRODAILY – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM-Tapsel) melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Sekolah Kebangsaan Chumchon Sahapattana, Thailand Selatan, pada 5-10 Januari 2025.

Dalam program ini, dosen dan mahasiswa Prodi Administrasi Publik UM-Tapsel memperkenalkan solusi teknologi untuk mengatasi bencana banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Kegiatan ini mengusung tema "Disaster Mitigation Through Mobile Application Based Water Monitoring Program in Southern Thailand," sebuah program yang dirancang untuk membantu Thailand Selatan, kawasan yang rentan terhadap bencana banjir akibat curah hujan tinggi.

Seiring dengan meningkatnya frekuensi bencana dan dampaknya yang merugikan, baik secara sosial maupun ekonomi, masyarakat dan pemerintah lokal menghadapi tantangan besar dalam mengelola krisis ini.

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Safran Efendi Pasaribu, M.AP, aplikasi berbasis Internet of Things (IoT) menawarkan potensi besar untuk mitigasi bencana dengan pemantauan air secara real-time.

"Teknologi ini memungkinkan pemberian peringatan dini yang sangat penting bagi masyarakat, sekaligus membantu pengambil kebijakan dalam merancang langkah-langkah antisipasi yang lebih efektif," ujarnya.

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kapabilitas masyarakat Thailand Selatan dalam memanfaatkan teknologi aplikasi mobile berbasis IoT untuk mitigasi bencana.

Dalam hal ini, tim pengabdian yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UM-Tapsel diharapkan dapat memberikan solusi konkret untuk mengurangi dampak banjir, dengan pemanfaatan teknologi yang mudah diakses dan efisien.

Selain Safran, tim pengabdian juga melibatkan beberapa tokoh penting, antara lain Nurhamidah Gajah, M.AP (Dekan Fisipol), Sutan Siregar, SH, MH (Dekan Fakultas Hukum), serta Rahmat Haris Saputra, mahasiswa Prodi Administrasi Publik yang juga turut serta dalam program ini.

"Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat lebih siap dan tanggap menghadapi bencana banjir, serta meminimalisir kerugian yang ditimbulkan," tambah Safran.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM-Tapsel), termasuk Dr. Muhsana Pasaribu MA (Ketua BPH UM-Tapsel), Dra. Samsidar Lubis MA (Wakil Rektor II), Mukhlis SP MMA (Wakil Rektor III), serta perwakilan lainnya dari fakultas dan kantor urusan internasional.

Yaweena Etae, Direktur Sekolah Kebangsaan Chumchon Sahapattana, menyampaikan terima kasih atas kontribusi UM-Tapsel dalam pengembangan solusi mitigasi bencana berbasis IoT.

"Dengan ukhuwah yang terjalin, meskipun kita berada di negara yang berbeda, kita tetap bersaudara. Semoga kolaborasi ini membawa dampak positif bagi masyarakat di sini," ungkapnya.

Program pengabdian ini tidak hanya memperkuat hubungan internasional antara Indonesia dan Thailand, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan teknologi berbasis IoT dalam mengatasi tantangan bencana yang semakin kompleks. (Irs)

Editor : Admin Metro Daily
#UM Tapsel #mitigasi bencana #pengabdian masyarakat