Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Puji Panen Karya, Plt Kadisdik: Perbanyak Media Pembelajaran Murah Meriah

Editor Satu • Selasa, 5 November 2024 | 11:24 WIB
Plt Kadisdik Batu Bara, Jonnis Marpaung SPd, mendengarkan pemaparan soal Media Pembelajaran Berorientasi pada Penguatan Numerasi, di sela Panen Karya yang digelar Fasda Tanoto Foundation.
Plt Kadisdik Batu Bara, Jonnis Marpaung SPd, mendengarkan pemaparan soal Media Pembelajaran Berorientasi pada Penguatan Numerasi, di sela Panen Karya yang digelar Fasda Tanoto Foundation.

BATU BARA, METRODAILY – Plt Kepala Dinas Pendidikan Batu Bara, Jonnis Marpaung SPd, memuji Panen Karya Pengembangan Media Berbasis Sumber Daya Lingkungan untuk Memfasilitasi Pembelajaran Berorientasi pada Penguatan Numerasi di Sekolah Dasar (SD), yang digelar Fasda Perubahan Tim Guru Bisa Tanoto Foundation, di Batu Bara, belum lama ini.

“Saya berharap, panen karya media pembelajaran seperti yang dilakukan Fasda Perubahan Tanoto Foundation ini bisa diperbanyak. Ini bisa menjadi aset Kabupaten Batu Bara. Saya juga berharap, organisasi PGRI mampu mengembangkan media pembelajaran murah meriah seperti yang telah dipraktekkan para guru peserta pelatihan Fasda Tanoto. Tentu tujuan akhirnya adalah meningkatkan raport pendidikan di Batu Bara,” kata Jonnis, di sela-sela panen karya.

Sambil mencermati media pembelajaran karya 50 guru peserta pelatihan yang digelar Fasda Perubahan Tim Guru Bisa, Jonnis menjelaskan, jumlah tenaga pendidik di Batu Bara masih sangat jauh dari rasio ideal 1 banding 10.

“Saat ini, jumlah tenaga pendidik masih 4.000 orang untuk pendidikan usia dini, SD, dan SMP sederajat di Batu Bara, baik guru PNS, honorer maupun swasta. Jumlah siswa yang dibimbing mencapai 100 ribu siswa, tersebar di 245 SD Negeri, 19 SD swasta, 12 Pembina, 340 KB (Kelompok Belajar) dan TK (Taman Kanak-kanak) yang dikelola swasta, dan 30 SMP Negeri serta 31 SMP swasta,” katanya.

Artinya, rasio guru dan murid masih 1 banding 40.  “Idealnya adalah 1 banding 10,” katanya.

Mengatasi gap rasio itu, peningkatan kemampuan guru dalam mengefektifkan pembelajaran, sangat diperlukan.  Karena itu, ia berterimakasih kepada Tanoto Foundation yang membuat program untuk memperkuat, memperkaya, dan mengembangkan kemampuan guru-guru di Batu Bara.

“Masih banyak sekolah di Batu Bara yang belum tersentuh Disdik. Karena itu, perlu menggandeng perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan program Guru Bisa,” ujarnya.

Disdik Batu Bara dibantu Dewan Pendidikan dan PGRI, menurut Jonny, telah mengkaji peta pendidikan di Batu Bara. Serta bekerja sama mengembangkan dunia pendidikan ke depan di Batubara.

“Pendidikan dasar memang mendudukkan pentingnya literasi numerasi pada watak si anak. Yakni pemahaman memainkan angka-angka pada kehidupan sehari-hari, dan memadukan angka-angka pada sosial budaya. Ini coba diterapkan dalam pembelajaran. Karena itu, terima kasih untuk program Fasda Tanoto Foundation yang mendongkrak kemampuan dewan guru mengembangkan diri menyikapi kurikulum yang membentuk SDM berkarakter di Batu Bara,” ujarnya lagi

Salahsatu media pembelajaran yang dipresentasikan dalam Panen Karya itu berjudul Kantin Kejujuran, yang dikembangkan seorang guru senior dari  SD 06 Laut Tador.

Lewat media Kantin Kejujuran itu, peserta didik belajar cara membeli makanan yang disukai di kantin, belajar nilai uang yang harus dikeluarkan untuk seluruh makanan, cara membuat nota pembayaran, sekaligus mengajarkan karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Plt Kadisdik Batu Bara, Jonnis Marpaung SPd, menjawab wartawan di sela Panen Karya Media Pembelajaran Berorientasi pada Penguatan Numerasi, yang digelar Fasda Tanoto Foundation, di Batu Bara.
Plt Kadisdik Batu Bara, Jonnis Marpaung SPd, menjawab wartawan di sela Panen Karya Media Pembelajaran Berorientasi pada Penguatan Numerasi, yang digelar Fasda Tanoto Foundation, di Batu Bara.
Misalnya, peserta didik diberi soal untuk membeli 1 porsi nasi goreng 10 ribu, bobba ukuran kecil dan besar masing-masing 1 cup. Berapakah jumlah yang yang harus diberi? Jika uangnya berniai sekian, berapa kembalian? Tahun berapa jenis uang yang diberi itu keluar, dst.

Kantin kejujuran adalah kantin yang tidak memiliki penjual dan tidak dijaga. Pembeli dapat mengambil dan membayar makanan atau minuman sendiri. Biasanya pengelola menyediakan kotak uang untuk menampung pembayaran.

Lewat media pembelajaran Kantin Kejujuran ini, peserta didik tidak hanya belajar numerasi, tetapi juga belajar membaca, menulis, mengenal uang, berhitung, dan karakter jujur.

“Pelajaran numerasi diutamakan untuk mengembangkan otak kanan. Dan media pembelajaran Kantin Kejujuran menjadi salah satu sarana membentuk karakter siswa dan pendidikan antikorupsi,” kata Jonny.

Melalui pengembangan guru-guru Batubara yang dibantu Tanoto Foundation, Jonny berharap dalam 6 bulan ke depan, nilai literasi dan numerasi Batu Bara bisa naik dari di kategori rendah ke sedang. “Bahkan kalau bisa ke kategori baik. Sehingga Batubara bisa bersaing dengan 33 kabupaten/kota lain di Sumut, bahkan di Indonesia,” cetusnya.

Ia berjanji Disdik Batu Bara akan selalu mendukung program Guru Bisa, dan berkolaborasi dengan stakeholder terkait. “APBD akan diberdayakan untuk membangun SDM berkualitas di Batu Bara menuju Indonesia Emas 20245,” tegasnya.

Jonny juga berharap para guru mampu menularkan dan mengerakkan rekan guru lainnya, untuk turut menemukan karya media pembelajaran berbasis data, lingkungan, budaya, sosiologi, dan antropologi, sebagai indikator pendidikan dalam kurikulum merdeka.

“Program Tanoto Foundation saya lihat mirip dengan program Kemendikbud. Tetapi positif dan bersumbangsih dalam membangun SDM di Batubara,” katanya.

Mutazar, Media & Communications Coordinator Tanoto Foundation mengatakan, tujuan akhir dari pelaksanaan program Fasda Perubahan 2.0 Tim Guru Bisa adalah untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui program pendampingan yang lebih baik, untuk meningkatkan hasil literasi dan numerasi.

“Tanoto Foundation ingin memperkuat kapasitas fasilitator kabupaten sebagai champion local, sehingga mereka dapat menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam pengajaran dan pembelajaran, untuk membantu meningkatkan kompetensi siswa di bidang literasi dan numerasi,” katanya. (mea)

Editor : Editor Satu
#Fasda Perubahan #Literasi numerasi #tanoto foundation #media pembelajaran