SIDIMPUAN, METRODAILY - Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dimasukkan ke dalam kategori pengabdian masyarakat.
Kegiatan KKL dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dan kepedulian secara langsung terhadap masyarakat melalui program kerja yang dijalankan oleh mahasiswa. KKL biasanya dilaksanakan diwilayah tertentu dengan berbagai tujuan melalui kerja sama dengan pihak universitas.
UGN Padangsidimpuan sedang melaksanakan kegiatan KKL pada bulan Agustus hingga November 2024, Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pihak pemerintah daerah Tapanuli Selatan dan mereka mengajukan Kecamatan Angkola Selatan sebagai wilayah untuk dijadikan sebagai lokasi kegiatan KKL.
"Alasan daerah tersebut dijadikan lokasi kegiatan KKL adalah sesuai dengan rencana pemerintah Tapanuli Selatan akan menjadikan daerah tersebut sebagai Desa Binaan dengan harapan desa di kecamatan tersebut lebih berkembang," jelas Muhammad Nizar Hanafiah Nasution Kepada awak media, Minggu (20/10/2024).
Ada 10 desa yang dipilih sebagai lokasi kegiatan KKL yaitu Aek natas, Simarpinggan, Pintu padang, Siamporik dolok, Siamporik lombang, Sibongbong, Sihopur, Sinyior, Situmbaga.
Tujuan dari KKL adalah memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa mengenai kehidupan sosial di masyarakat, selain itu juga sebagai sarana dalam mengembangkan pola pikir mahasiswa.
Ditengah-tengah masyarakat mahasiswa kan dituntut untuk mencari solusi dan permasalahan yang terjadi dilokasi KKL. Solusi dari permasalahan akan melalui proses diskusi dan survei tentang kebutuhan apa yang paling sesuai untuk permasalahan tersebut.
Hasil diskusi dan survei akan dituangkan dalam bentuk program kerja sebagai fokus dari kegiatan KKL. Hasil diskusi dan survey langsung di lokasi kegiatan terdapat beberapa masalah yang dihadapi masyarakat salah satunya adalah masih banyak lahan dipekarangan rumah yang belum termanfaatkan secara maksimal.
Oleh sebab itu salah satu program kerja dari kegiatan KKL adalah edukasi kepada masyarakat bagaimana cara pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan penanaman sayur dengan aplikasi pupuk teh kompos agar sayur tumbuh dengan subur.
"Teh kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari bahan organik yang sudah matang. Cara pembuatannya adalah kotoran sapi dimasukkan ke dalam drum kemudian dicampur dengan air dengan perbandingan 1:3, kemudian ditambahkan dengan molase 1 sendok makan per liter air. Tutup wadah akan tetapi diaduk setiap hari untuk mempercepat pertumbuhan dan dibiarkan selama 48-72 jam. Pisahkan padatan (ampas kompos) dengan cairan (Teh Kompos), yang akan kita gunakan sebagai pupuk cair. Teh kompos yang dihasilkan ini yang diaplikasikan pada tanaman sayuran," paparnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan kegiatan survei lokasi tempat kegiatan pengabdian dilakukan. Survei bertujuan untuk melihat keadaan desa mitra secara langsung dan juga mengidentifikasi berbagai masalah yang dihadapi oleh mitra.
Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa kecamatan Angkola Selatan berjarak kurang lebih 15 km dari Universitas Graha Nusantara.
Kecamatan Angkola Selatan termasuk daerah yang mulai berkembang dari segi matapencaharian dan pada umumnya masyarakat desa tersebut menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Hasil pertanian Masyarakat disana sangat beragam tapi yang yang menjadi komoditas utama adalah buah salak dan tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran.
Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berkembang pesat di Indonesia baik dari segi jumlah produksi maupun mutunya. Tanaman sayuran memiliki umur relatif pendek dibandingkan tanaman hortikultura lainnya. Dibandingkan tanaman pangan dan perkebunan, pengembangan hortikultura lebih berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga usaha agribisnis hortikultura dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani baik berskala kecil menengah maupun besar karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis.
Mengingat pentingnya peranan tanah adalah budidaya sayuran, maka pengolahan tanah harus dilakukan sebaik mungkin guna untuk menjaga kesuburan tanah. Tanah yang memenuhi syarat agar pertumbuhan tanaman optimal adalah tanah yang mengandung unsur hara yang cukup Kondisi lahan di daerah Kecamatan Angkola Selatan cukup baik untuk budidaya tanaman sayur hanya saja lahannya sudah lama tidak diolah sehingga dibutuhkan pengolahan lahan yang baik
Pengolahan tanah sangat penting, Secara umum tujuan dari pengolahan tanah adalah untuk menggemburkan massa tanah sehingga menyediakan cukup ruang bagi pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman di dalam tanah. Agar kesuburan tanah lebih optimal maka diperlukan penambahan bahan organik seperti pupuk kompos yang mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan oleh pertumbuhan tanaman sayur.
Keunggulan program penanaman sayur yang dilaksanakan mahasiswa KKL dan masyarakat adalah aplikasi pupuk kompos padat dan cair (teh kompos). Pupuk kompos padat diaplikasikan sebelum sayur ditanam langsung dilahan sedangkan teh kompos diaplikasikan setelah sayur ditanam.
Kompos merupakan jenis pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat fisika kimia biologi tanah yang pada akhirnya dapat dapat meningkatkan hasil tanaman.
"Proses dekomposisi pupuk kompos yang berlangsung lambat menjadikan unsur hara yang dilepaskan dapat tersedia bagi tanaman untuk jangka waktu cukup lama dan dapat meningkatkan hasil tanaman hingga dua musim tanam," jelasnya.
Proses penanaman dilakukan setelah 1 minggu pengaplikasian pupuk padat pada lahan dan aplikasi teh kompos setelah seminggu setelah tanam dengan interval dua minggu.
Teh kompos atau pupuk organik cair merupakan pupuk dalam bentuk cair. Pupuk organik cair lebih mudah dimanfaatkan tanaman karena unsur yang terkandung didalamnya dalam bentuk tersedia bagi tanaman Keuntungan menggunakan pupuk organik cair adalah pengerjaan pemupukan lebih cepat dibandingkan dengan memupuk dengan menggunakan pupuk dalam bentuk padatan. Manfaat lain dari pupuk organik cair adalah menambah hara (N dan P) tanaman, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman.
Dalam kegiatan ini diketahui bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengenal teh kompos. Pada umumnya masyarakat Angkola Selatan masih menggunakan pupuk kimia dengan alasan mudah didapat dan juga pengaruhnya terhadap tanaman lebih cepat.
Keuntungan lain dari kegiatan ini adalah mengedukasi kepada masyarakat betapa pentingnya mengganti pupuk kimia menjadi pupuk organik karena terlalu sering menggunakan pupuk kimia mempengaruhi berkurangnya kesuburan tanah.
Hasil produksi sayur tiap desa berbeda-beda mungkin dipengaruhi oleh perbedaan kondisi lahan atau tanah. Hasil produksi sayuran terbaik ditemukan di daerah Siapporik dolok, Pintu Padang dan Situmbaga.
Seluruh kegiatan didukung penuh oleh Bupati Tapanuli Selatan periode 2019-2024 yaitu. Beberapa tahapan kegiatan beliau (Bupati) menyempatkan waktu untuk hadir dengan tujuan mahasiswa dan Masyarakat lebih bersemangat. Harapannya melalui kegiatan ini masyarakat tergerak untuk memanfaatkan lahan-lahan yang kosong dengan menanam tanaman sayur sebagai wujud dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan yang dilaksanakan dari tanggal 19 Agustus hingga 5 Oktober 2024 terlaksana dengan baik. Salah satu program andalan pada kegiatan ini adalah program kolaborasi budidaya sayuran dengan aplikasi pupuk organik yaitu teh kompos.
"Hasil kegiatan sesuai harapan beberapa desa banyak yang terinspirasi pada kegiatan ini, dari 10 desa yang menjadi 3 lokasi KKN 3 desa (30%) melanjutkan kegiatan ini setalah panen," ujar M Nizar Hanafiah Nasution.(Rif)
Editor : Metro-Esa