Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Seru! Siswa SDN di Karo Belajar Bilangan Cacah Lewat Game, Ada Hadiahnya

Editor Satu • Senin, 23 September 2024 | 08:10 WIB
Muri Rasika memandu anak-anak kelas 5 SDN 044826 Samura Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, belajar perkalian dan pembagian bilangan cacah lewat metode pembelajaran berbasis gamifikasi.
Muri Rasika memandu anak-anak kelas 5 SDN 044826 Samura Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, belajar perkalian dan pembagian bilangan cacah lewat metode pembelajaran berbasis gamifikasi.

KABANJAHE, METRODAILY - Belajar Matematika serius tapi seru dan menyenangkan, bisa nggak? Bisa dong. Buktinya, puluhan peserta didik di SDN 044826 Samura Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tampak seru dan senang saat berlarian berburu harta karun berupa soal-soal Matematika di halaman sekolah.

Setelah ketemu, mereka berlomba menyelesaikan soal perkalian dan pembagian bilangan cacah, dalam praktek pembelajaran numerasi berbasis gamifikasi, pertengahan pekan lalu.

Metode pembelajaran lewat media ajar berbasis gamifikasi di SD Negeri ini dipraktekkan oleh wali kelas lima, Muri Rasika. Pembelajaran diawali dengan video yang bercerita tentang keperluan berbelanja buah-buahan untuk membuat salad buah. Tertera jumlah buah yang dibutuhkan dan harga per buah.

Nah, peserta didik kemudian diminta menghitung berapa total uang yang dibutuhkan untuk berbelanja seluruh buah yang dibutuhkan.

Untuk menghitungnya, video memberi penjelasan tentang operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

Peserta didik tampak serius menyerap penjelasan soal operasi pencacahan dari video. Kemudian, bu guru Muri Rasika bertanya apakah penjelasan dimengerti.

“Mengerti, Buuuu,” jawab anak-anak yang sudah duduk di meja membentuk lingkaran dalam kelompok masing-masing.

Bu guru juga membuat game tepuk tangan untuk mengetahui apakah anak didik memahami materi yang disampaikan.

Muri Rasika memandu anak-anak kelas 5 SDN 044826 Samura Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, bertepuk tangan berbasis hitungan matematika.
Muri Rasika memandu anak-anak kelas 5 SDN 044826 Samura Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, bertepuk tangan berbasis hitungan matematika.

Selanjutnya, guru memutar video game Treasure Hunters, yakni permainan Memburu Harta Karun. Di permainan ini, peserta didik harus menyusuri setiap pos sesuai denah yang disediakan, untuk mencari misteri boks. Dalam misteri boks, ada soal-soal perkalian dan pembagian bilangan cacah yang harus dipecahkan oleh peserta didik.

Tim yang mampu memecahkan setiap misteri boks, akan mendapat bendera untuk ditempelkan di papan. Tim yang mendapat bendera terbanyak, menjadi pemenang dan mendapat hadiah.

Selanjutnya, para murid keluar ruangan ke halaman sekolah. Usai berbaris dan briefing, mereka segera berlarian mencari misteri boks. Tiap kelompok berlomba memecahkan soal yang ditemukan.

Muri Rasika menjelaskan, ide game Treasure Hunters diaplikasikannya dalam pembelajaran Matematika, usai mengikuti sejumlah pelatihan metode pembelajaran berbasis gamifikasi yang digagas oleh anggota Fasda Perubahan Karo dari Tim Prabu.

Dalam proyek ini, Fasda Perubahan yang dibentuk Tanoto Foundation meminta guru merancang satu modul soal gamifikasi, untuk meningkatkan numerasi peserta didik.

“Mengapa memilih game Treasure Hunters? Itu saya sesuaikan dengan materi pembelajaran yang saya rasa cocok dengan lingkungan sekolah yang halamannya cukup luas. Game pembelajaran boleh jenis apa saja, asalkan berbasis lingkungan sekolah,” kata Muri.

Usai pembelajaran numerasi dengan gamifikasi, peserta didik kembali ke kelas dan mengisi lembar refleksi. Ini sebagai umpan balik dari peserta didik untuk melihat efektifitas metode yang baru dikerjakan. “Sekarang saatnya mengerjakan soal evaluasi. Anak-anak, buatlah kesimpulan dari kegiatan yang baru saja dilakukan,” kata Muri.

Dan anak-anak kelas 5 itu pun kembali terlihat serius mengisi lembar refleksi.

Menurut Muri, setelah melakukan praktek pembelajaran berbasis gamifikasi, terdapat peningkatan literasi dan numerasi peserta didik. “Pemahaman mereka lebih bagus. Ini adalah praktek kedua. Sebelumnya saya praktekkan di mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Dan terbukti rapor mereka meningkat,” katanya.

Natasya Sembiring, 10, siswa kelas 5 yang ditanya usai ikut game, mengaku sangat senang. "Senang, seru, dan pengen selalu belajar semenyenangkan ini," katanya dengan wajah cerah.

Muri Rasika memandu anak-anak kelas 5 SDN 044826 Samura Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, mengisi refleksi pembelajaran berbasis gamifikasi.
Muri Rasika memandu anak-anak kelas 5 SDN 044826 Samura Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, mengisi refleksi pembelajaran berbasis gamifikasi.

Natasya yang mengaku suka pelajaran Matematika ini menyebut, dirinya menyukai penjelasan bilangan cacah lewat video, karena gampang dimengerti.

Murid laki-laki di sebelahnya menyebut, dirinya jadi suka belajar Matematika karena ada game-nya. “Seru saja. Serasa mencari harta karun,” katanya tersenyum.

Senterlea boru Barus, Kepala Sekolah SDN 044826 Samura, mengatakan dirinya mendukung seluruh kegiatan yang bertujuan untuk kemajuan pendidikan. Termasuk proyek Fasda Perubahan yang mendapat pendampingan dari Tanoto Foundation.

“Dengan metode gamifikasi ini, keberanian mengajar guru bertambah. Dan anak-anak makin bersemangat belajar karena terasa menyenangkan. Harapannya, semua kelas mempraktekkan metode serupa, walau tentu saja tidak semua mata pelajaran bisa dieksekusi dengan metode yang sama,” katanya.

Penguatan numerasi berbasis gamifikasi di sekolah ini merupakan proyek Fasilitator Daerah (Fasda) Perubahan 2.0 untuk Kabupaten Karo dari Tim Prabu. Tim Prabu ini beranggotakan Sri Henni, Julia Damaris, Viadya Stella Tololiu, dan Ernitati br Tarigan. Keempatnya merupakan kepala sekolah di sejumlah SD di Karo.

Tim Prabu inilah yang mengajukan proyek peningkatan numerasi berbasis gamifikasi di Kabupaten Karo kepada Tanoto Foundation. Setelah disetujui, mereka segera melakukan tahapan demi tahapan untuk menerapkannya. (dame)

Editor : Editor Satu
#Fasda Perubahan #tanoto foundation #gamifikasi