Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Akreditasi UGN Psp Kedaluarsa, Alumni Fakultas Teknik Minta Kampus Aktif

Edi Saragih • Minggu, 22 September 2024 | 18:55 WIB
Alumni Fakultas Teknik UGN Psp.
Alumni Fakultas Teknik UGN Psp.

SIDIMPUAN, METRODAILY- Akreditasi Kampus Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan sudah tidak aktif, alumni fakultas teknik mengomentari agar akreditasi kampus segera diurus ke BAN-PT.
Akreditasi ialah penilaian, dan pengakuan resmi terhadap lembaga pendidikan, program,

atau layanan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka dari itu lembaga pendidikan program atau layanan, wajib melaksanakan akreditasi.

Mengingat akreditasi kampus sangat perlu kejelasannya untuk memastikan bahwa kredit yang diperoleh oleh mahasiswa diakui secara nasional maupun internasional, dan memudahkan proses transfer kredit, profesionalisme, proses akreditasi mendorong perguruan tinggi untuk terus meningkatkan standar pendidikan, maka dari itu pentingnya sebuah Akreditasi sebuah kampus khususnya UGNP.

Adapun status aktif akreditasi Universitas Graha Nusantara (UGN) menurut SK ialah 21-05-2019 sampai dengan 21-05-2024, Sementara itu dikutip dari situs resmi BAN- PT yakni BAN-PT.or.id, status akreditasi Universitas Graha Nusantara (UGN), telah kadaluarsa atau sudah tidak aktif selama 4 bulan.

Maka dari alumni Universitas Graha Nusantara khusunya alumni fakultas teknik menyatakan sikap kepada rektor UGN agar secepat nya persoalan akreditasi kampus diurus ke BAN-PT.
Maulud Musbar Rizki, sebagai alumni berharap Rektor UGN Dr Drs Burhanuddin, MPd menjelaskan kepada khayalak ramai terkait status UGN.

“Di saat ke khawatiran para kawan-kawan alumni atas terjadinya dampak status penonaktifan atau kedaluwarsa yang ditetapkan oleh BAN-PT, Rektor UGN malah memperlihatkan ketidak siapannya menjabat sebagai Rektor UGN dengan meminta tolong agar di sampaikan pada BAN-PT untuk di percepat kepada pihak media, itukan jelas bahwa beliau sedang lempar bola tidak mau di salahkan atas masalah akreditasi yng telah di nonaktifkan saat ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Rizki, akreditasi kampus UGN yang berstatus nonaktif, sangat merugikan mahasiawa.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Luthfi, selaku alumni fakultas teknik UGNP juga mengatakan bahwa menurut yang dia ketahui perguruan tinggi dinonaktifkan karena melakukan pelanggaran.

Kalau perguruan tinggi itu dinonaktifkan status akreditasinya, maka pengusulan akreditasi ke BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) tidak dilayani. Tak hanya itu, pengajuan penambahan program studi (prodi) baru juga tidak akan dilayani. Sertifikasi dosen yang mengajar di perguruan tinggi tersebut juga tidak dilayani.

"Kemudian perguruan tinggi yang menyandang status non-aktif itu, bantuan hibah dari Kemenristek Dikti akan dihentikan. Program beasiswa juga akan dihentikan ujar Ahmad Luthfi.
Jadi pada prinsipnya perguruan tinggi yang dinonaktifkan, izinnya tidak dicabut, tapi tidak dilakukan pelayanan.
Status non-aktif akan dicabut dan diaktifkan kembali kalau sudah memperbaiki pelanggarannya.
"Yang jadi persolan pelanggaran apa yang sudah di lakukan oleh UGN makanya terjadi pencabutan atau penonaktifan oleh BAN-PT. Ini kita juga perlu penjelasan dari pihak kampus, Manatau kita sebagai alumni bisa melakukan sesuatu kan gitu!," imbuhnya
Muhammad Ibnu Riski, yang juga stambuk 2013, menambahkan agar kedepannya Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan (UGNP) menjadi Universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan lulusan yang mampu bersaing di dalam ataupun luar daerah.

"Seharusnya kampus nya pun sudah selayaknya di benahi agar tidak terjadi lagi keresahan keresahan seperti yg terjadi sekarang ini dari pihak mahasiswa begitupun para alumni - alumni yang masih sangat perduli dengan keberlangsungan UGNP kita ini," pungkas M Ibnu Riski.(Rif)

Editor : Metro-Esa
#UGN Padangsidimpuan #sidimpuan