Ketua LPPM UM Tapsel, Nurmaini Ginting MSi melaporkan, mahasiswa tersebut rencananya akan disebar ke 30 Desa di 8 Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina. Nurmaini berharap seluruh peserta KKN menjaga diri dan mematuhi segala aturan yang berlaku di lokasi masing-masing.
Acara pelepasan mahasiswa KKN tersebut, dilakukan di Masjid Agung Nur Ala Nur. Langsung oleh Bupati Madina M Ja’far Sukhairi Nasution dan Rektor UM Tapsel Muhammad Darwis MPd, didampingi oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Dra Muksana Pasaribu MA, WR I Aisyah Nurmi SPt MPt, WR III Mukhlis SP MMA, Kepala LPM Khairul Amri MPd.
Pelepasan mahasiswa peserta KKN ini juga diikuti beberapa dekan fakultas yang ada di UM Tapsel, seperti Dekan FKIP Eli Marlina Harahap SS MPd, Dekan FISIPOL Soritua Ritonga MAP, Dekan FH Sutan Siregar SH MH, dan Dekan Fak Saintek Muharram Fahrin Harahap SPi MMi.
Sebagi Rektor, Muhammad Darwis menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Madina, terutama kepada Bupati H M Ja’far Sukhairi yang telah bersedia menerima mahasiswa UM Tapsel melaksanakan kegiatan KKN.
Darwis pun lebih dahulu menyampaikan permohonan maaf, apabila nanti selama dalam kegiatan KKN ada mahasiswa melakukan kesalahan dan kekurangan.
“Karena mereka baru mau mempraktekkan ilmunya, terkadang ada kesalahan, bukan berarti jadi malpraktek nantinya, untuk kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan pak Bupati, saya mohon maaf,” ungkapnya.
Untuk kegiatan KKN kali ini, Darwis juga berharap bisa lebih baik daripada kegiatan KKN tahun sebelumnya. Sebab KKN kali ini lebih istimewa, karena membawa isu permasalahan daerah lokasi KKN. “Karena sebelumnya telah dilakukan kunjungan dan diskusi mengenai permasalahan yang ada di masyarakat Madina,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution juga berterimakasih kepada UM Tapsel yang telah bekerjasama dan membantu menaggulangi permasalahan yang terjadi di daerah Kabupaten Madina melalui kegiatan KKN. Terutama permasalahan stunting atau kondisi di mana anak balita mengalami kegagalan pertumbuhan dikarenakan kekurangan gizi.
Karena itu, kata Sukhairi, KKN mahasiswa UM Tapsel yang mengangkat permasalahan tersebut, akan sangat membantu pemerintah kabupaten Madina dalam sosialisasi menurunkan dan mencegah stunting demi Madina yang Madani.
“Ini wujud kerjasama kami, Alhamdulillah hari ini kita akan melepas adik-adik kita kuliah kerja nyata. Ada beberapa catatan bahwa di Kabupaten Madina angka stuntingnya cukup tinggi, mudah-mudahan dengan interaksi adik-adik dengan masyarakat nantinya bisa memberi pencerahan kepada masyarakat,” katanya.
Bupati Madina juga berharap peserta KKN bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam hal ibadah, dengan berbagai kegiatan. Karena hal tersebut merupakan program yang telah dicanangkan Sukhairi dan telah dilaksanakan dengan kegiatan salat subuh berjemaah.
“Alhamdulillah banyak jamaahnya, akan tetapi masih didominasi anak-anak kecil, yang dewasa kemana?. Untuk itu diharapkan nanti adik-adik bisa ikut memberi kesadaran kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pelaksanaan KKN Mahasiswa UM Tapsel kali ini, dilaksanakan selama 4 bulan sejak 27 Oktober 2022 hingga 27 Januari 2023 mendatang. Merupakan kegiatan rutin yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, khususnya semester akhir dan merupakan salah satu syarat kelulusan.
Dalam kegiatan KKN mahasiswa dituntut untuk dapat mengamalkan segala bidang ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan. Hasil dari pengamalan yang dilakukan mahasiswa UM Tapsel diharapkan mampu menjadikan desa yang mereka bina dapat menjadi desa yang sehat, maju, inovatif dan juga kreatif. (san) Editor : Metro Daily