Kondisi ini membuat beberapa guru honor khawatir. Pasalnya, para guru honor di SMKN 2 selama kepemimpinan Bintang Tumanggor, sudah tiga bulan menunggak gaji. Terhitung mulai bulai April hingga Juni.
Ditemui di bilangan Jalan Asahan, Kecamatan Siantar Timur, Rabu (20/7) para guru honor menjelaskan, gaji guru yang belum dibayarkan itu bersumber dari Dana Pendidikan yang dipungut dari siswa.
Ada total 1.131 siswa kelas XI dan XII yang sudah seharusnya melunaskan Dana Pendidikan saat penaikan kelas dan kelulusan pada Mei dan Juni lalu. Dengan rincian per siswa Rp75.000. Diperkirakan total Dana Pendidikan yang terkumpul Rp254 juta lebih. Sementara Kelas X, siswa baru sebanyak 570 orang juga sudah disetor Dana Pendidikan untuk Juli-Agustus saat pendaftaran. Totalnya sekitar Rp85 juta lebih.
Menurut mereka, saat dapat penetapan penggunaaan dana pendidikan yang dilaksanakan di bulan Maret tahun 2022, kepala sekolah bersama tim manajemen keuangan dana pendidikan dipersentasikan bahwa gaji honor dan tunjangan bagi para keseluruhan di akomodir dari Dana Pendidikan.
Tidak ada alasan tidak membayarkan, karena Dana Pendidikan sudah dikumpulkan dari orangtua siswa.
"Wajar ada kegalauan kami. Soalnya pungutan sudah dilakukan, namun tidak disalurkan kepada guru honor. Kami ada sekitar 50 orang, yang tentunya sangat membutuhkan uang tersebut. Apalagi ini tahun ajaran baru, banyak kebutuhan guru honor yang sudah berkeluarga dan punya anak sekolah," katanya.(esa) Editor : Metro-Esa