"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter serta Survei Lingkungan Belajar," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Rosmayana Marpaung, dalam sambutannya.
Rosmayana menerangkan, tahun 2021 Asesmen Nasional (AN) resmi menjadi pengganti Ujian Nasional. Asesmen Nasional akan mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, serta hasil.
"Mendikbudristek Nadiem Makarim menekankan, literasi bukan hanya kemampuan membaca, namun kemampuan menganalisis suatu bacaan dan memahami konsep di balik tulisan tersebut serta menuliskan kembali sesuai isi pemikiran kita. Sedangkan kompetensi numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan angka," katanya.
Asesmen kemampuan literasi, lanjutnya, dirancang untuk menguji kemampuan literasi membaca pada siswa. Siswa akan diukur kemampuannya dalam memahami, menggunakan, dan mengevaluasi berbagai jenis teks ataupun tulisan.
“Asesmen kemampuan numerasi ditujukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam hal numerasi. Siswa akan diuji untuk melihat kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika,” terangnya.
Dilanjutkan Rosmayana, guru, siswa dan orangtua serta lingkungan satuan pendidikan sangat berperan penting dalam peningkatan literasi, numerasi, dan pendidikan berkarater pada anak peserta didik. Metode mengajar juga menjadi salah satu faktor penentu dalam mengembangkan kemampuan bernalar siswa. Misalnya anak didik sudah mulai terbiasa memberikan opini dengan baik di dalam kelas, atau memancing anak didik untuk menganalisis sebuah kasus atau tulisan di lingkungan sekolah.
Kemampuan menulis dan juga mengenali secara detail keadaan sekolah, katanya lagi, dapat meningkatkan banyak aspek kehidupan, mempengaruhi kemampuan kerja, serta memicu anak didik untuk berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan penalaran yang akan sangat berguna dalam kehidupan mendatang.
“Kemampuan literasi yang dimiliki guru dapat memastikan siswa memiliki peluang efektif untuk berhasil dalam penelitian serta di kehidupan sehari-hari,” tukasnya.
Masih kata Rosmayana, meningkatkan kualitas guru menjadi salah satu modal penting dalam membangun bangsa yang kuat. Karenanya, pihaknya bersama Tanoto Foundation dan METRO SIANTAR mengundang 40 guru dan beberapa Kepala SD di jajaran Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar untuk belajar menulis. Dalam kegiatan tersebut, diberikan tips dan trik menulis.
Dari kegiatan ini, guru dapat lebih memahami teknik menulis yang baik, mengangkat isu menarik, menggali informasi, serta mengetahui komponen penulisan terstandar.
Dimulai dari hal sederhana, yakni saat guru berinteraksi dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas, maka siswa dapat menjadi bahan dalam penulisan.
“Kebijakan yang dinamis ini mengharuskan kita untuk berpikir dan mengeluarkan ide-ide inovatif untuk kemajuan siswa. Dua aktivitas yang penting, tidak hanya sekadar menulis, harus diiringi membaca. Hal ini menjadi sebuah dukungan kita untuk mewujudkan Asesmen Nasional yang nantinya memudahkan siswa kita,” jelasnya.
Dengan pembekalan menulis ini, diharapkan guru-guru semakin bergairah dalam melaksanakan pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
“Kita juga berharap Tanoto Fondation tidak pernah jenuh berkomunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi,” katanya.
Narasumber kegiatan menulis, Dame Ambarita, penanggung jawab Harian Metro Siantar Group, memotivasi para guru untuk menulis praktik baik pendidikan yang telah mereka lakukan, untuk dipublikasikan di media cetak dan online. Khususnya praktek baik pendidikan dengan konsep MiKIR (Mengalami, Komunikasi, Interaksi, dan Refleksi).
"Menulis dalam bentuk berita itu relatif mudah. Rumusnya mudah diingat, yaitu 5W+1H. Apa itu 5W+1H, yakni What, WHO, When, Where, Why, dan How). Mengumpulkan data untuk ditulis juga dengan menjawab pertanyaan 5W+1H. Menuliskannya juga dengan konsep 5W+1H," katanya.
Para guru juga diberikan materi tentang dasar-dasar jurnalitik, struktur tulisan dalam bentuk berita, dan memahami cara mengukur nilai berita.
Turut hadir Fasda Kota Pematangsiantar Program Pintar Tanoto Foundation, Sarah Sofia, mengungkapkan pengalamannya menulis di media, mulai dari coba-coba menulis hingga tulisannya dimuat beberapa kali. (rel) Editor : Metro Daily