Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Per September, SMAN 1 Matauli Pandan Kembali PTM

Metro Daily • Jumat, 10 September 2021 | 12:31 WIB
Siswa SMA Negeri 1 plus Matauli Pandan-Ilustrasi.
Siswa SMA Negeri 1 plus Matauli Pandan-Ilustrasi.
TAPTENG, METRODAILY.id - Setelah melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan moda zoom streaming selama 18 bulan akibat wabah pandemi Covid-19, akhirnya SMAN 1 Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kembali melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka (KBM-TM) terhitung mulai tanggal 1 September 2021.

Kegiatan belajar tartap muka yang dilaksanakan mengedepankan kesehatan dan keselamatan dengan formulasi protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Langkah ini diharapkan dapat mengakomodir dua kepentingan besar, yakni pemberian layanan pendidikan yang maksimal kepada siswa dan pencegahan penularan virus corona.

"Ia, sudah kita laksanakan sejak tanggal 1 September 2021," ujar Plt Kepala SMAN 1 Matauli,  Deden Rachmawan SPd MM, saat disambangi di kantornya, Kamis (9/9).

Deden memaparkan, kegiatan belajar tatap muka dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Mandikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Mendagri, serta Surat Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Nomor 420/9801/Subbagumum/XI/2020, serta rapat koordinasi antara pihak sekolah, pengurus yayasan Matauli, orang tua siswa dan stake holder terkait. Teranyar, Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/39/INST/2021 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Masa Pandemi Covid-19.

Selain itu, berdasarkan hasil kajian dan refleksi tim pengembang sekolah juga menemukan adanya kelemahan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan moda zoom streaming, diantaranya interaksi virtual tidak dapat menggantikan komunikasi efektif antara guru dan siswa saat bertemu langsung di kelas, kebutuhan psikososial tidak dapat terpenuhi dan capaian target kurikulum yang kurang maksimal, menjadi hal yang perlu disiasati untuk layanan pendidikan yang maksimal.

"Berdasarkan beberapa kondisi tersebut, dipandang perlu untuk melaksanakan KBM-TM di SMAN Matauli dengan tetap mengendepankan kesehatan dan keselamatan bersama," kata Deden, yang didampingi Sekretaris Satgas Pengendali Protokol Kesehatan SMA Matauli, Adi Kwisantho Tambunan S.Kom

Lebih jauh dipaparkan, metode KBM-TM yang dilaksanakan memakai model shifting, yaitu siswa yang mengikuti kegiatan belajar tatap muka pada hari Senin, Rabu dan Jumat adalah siswa dengan nomor presensi ganjil. Untuk nomor presensi genap mengikuti KBM-TM pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Selain itu, pihak SMAN 1 Matauli juga melakukan kerjasama dengan Puskesmas Pandan untuk pengawasan protokol kesehatan dan layanan kesehatan, pada pelaksanaan KBM-TM masa pandemi Covid-19. Kerjasama ini untuk memastikan kesiapan petugas medis memberikan layanan kesehatan sekaligus penjaminan protokol kesehatan pada saat pembelajaran tatap muka berlangsung.

"Kita tidak mau mengambil resiko. Siswa serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang mengikuti proses belajar mengajar tatap muka harus dalam kondisi sehat dan tidak terpapar Covid-19," tegas alumni IKIP Bandung ini.

Oleh karena itu sambung Deden, siswa serta tenaga pendidik dan kependidikan diwajibkan membawa Surat Keterangan bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil Rapid Tes atau Swab. Selain itu, berbagai aturan protokol kesehatan lainnya wajib dipenuhi termasuk kelengkapan APD semisal masker dan face shield, hand sanitizer, sapu tangan, serta pemeriksaan subu tubuh.

"Untuk bulan September dam Nopember 2021, siswa serta tenaga pendidik dan kependidikan akan di Swab dua kali dalam sebulan. Untuk bulan-bulan berikutnya akan dilakukan satu kali," timpalnya.

Terkait adanya orangtua siswa yang tidak mampu memenuhi biaya yang timbulkan akibat pelaksanaan rapid test atau swab, Deden memastikan siswa yang bersangkutan tetap mengikuti proses belajar mengajar yakni dengan metode jarak jauh.

"Siswa yang tidak mengikuti KBM-TM, tetap mengikuti pembelajaran moda daring dari tempatnya masing-masing," pungkas Deden. (ztm) 

  Editor : Metro Daily