MEDAN, METRODAILY – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Jalan Adisucipto, Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (28/7/2026).
Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter itu kembali menghubungkan Kecamatan Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun yang sempat terputus sejak jembatan lama ambruk diterjang banjir.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan akses jembatan bagi masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut mengakhiri kondisi yang selama ini memaksa warga, termasuk para pelajar, menyeberangi sungai melalui pipa air yang membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Oknum Polisi Prapidkan Kejagung, Gugat Status Tersangka Korupsi Bansos Rp1,9 Miliar
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa mengatakan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil sinergi antara TNI Angkatan Darat, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat. Kolaborasi itu memungkinkan pembangunan diselesaikan dalam waktu singkat.
"Ini adalah bentuk sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat. Kami membantu masyarakat keluar dari kesulitan, terutama untuk mendapatkan akses transportasi yang layak," ujar Hendy.
Menurut Hendy, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan 6.000 jembatan secara nasional. Hingga kini, Kodam I/Bukit Barisan telah membangun 323 jembatan di berbagai wilayah Sumatera Utara yang terdiri atas jembatan Bailey, Aramco, dan jembatan perintis.
Baca Juga: Pangdam I BB Kunker ke Wilayah Kodim 0212/TS, Perkuat Sinergi dan Pembangunan Tabagsel
Ia menegaskan Kodam I/Bukit Barisan siap mendukung pembangunan jembatan serupa di daerah lain yang akses masyarakatnya terputus akibat bencana atau kondisi darurat, melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan TNI setempat.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan jembatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Menurut Rico, jembatan lama yang merupakan bekas jalur rel kereta api telah digunakan warga selama puluhan tahun sebagai penghubung antarkecamatan. Namun, setelah rusak akibat banjir pada 2024, aktivitas masyarakat terganggu karena akses terputus.
"Kami melihat langsung kondisi masyarakat yang harus menyeberang melalui pipa. Itu sangat membahayakan, apalagi banyak anak sekolah yang melintas. Karena itu kami bergerak cepat bersama Kodim dan seluruh perangkat terkait untuk mencari solusi," katanya.
Rico menjelaskan peninjauan lokasi dilakukan sejak April 2026 untuk mengkaji kondisi konstruksi, status lahan, dan menentukan desain jembatan yang paling tepat. Setelah seluruh proses koordinasi selesai, pembangunan langsung dimulai dan rampung dalam waktu sekitar lima pekan.
"Ini membuktikan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Medan dan TNI dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jembatan ini memang dibangun untuk warga yang sudah lama menantikannya," ujarnya.
Baca Juga: Chelsea Incar Alvaro Carreras, Disiapkan Jadi Pengganti Marc Cucurella
Peresmian turut dihadiri Sultan Deli Tuanku Mahmud Arya Lamanjiji, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta anggota DPRD. Pemerintah berharap Jembatan Perintis Garuda dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah akses pendidikan, dan kembali menghubungkan wilayah Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun. (Rel)
Editor : Editor Satu