Dua Korban Masih Tertimbun, Rico Waas Kerahkan Alat Berat dan Tim Medis di Lokasi Ledakan Grand Polonia

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 21:15 WIB
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau proses evakuasi korban ledakan di Perumahan Grand Polonia. Pemko Medan mengerahkan alat berat, ambulans, dan tenaga kesehatan untuk mempercepat pencarian dua korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau proses evakuasi korban ledakan di Perumahan Grand Polonia. Pemko Medan mengerahkan alat berat, ambulans, dan tenaga kesehatan untuk mempercepat pencarian dua korban yang masih tertimbun reruntuhan.

MEDAN, METRODAILY – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengerahkan alat berat, personel, ambulans, dan tenaga kesehatan untuk mempercepat proses evakuasi korban ledakan di Perumahan Grand Polonia, Selasa (28/7/2026). Hingga kini, dua korban masih dalam pencarian setelah diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Rico Waas turun langsung ke lokasi untuk memantau proses evakuasi sekaligus memastikan seluruh kebutuhan penanganan darurat terpenuhi. Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah menemukan dua korban yang belum berhasil dievakuasi.

"Fokus kita saat ini adalah pencarian korban. Dari data yang kami terima, awalnya terdapat enam orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Sampai saat ini masih ada dua orang lagi yang menjadi fokus pencarian kami," ujar Rico Waas.

Berdasarkan data sementara, seorang balita dan seorang kurir berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan masih menjalani perawatan. Sementara itu, istri pemilik rumah ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB. Dua korban lainnya diduga masih berada di bawah timbunan material bangunan.

Rico menjelaskan, proses pencarian dilakukan secara bertahap karena kondisi bangunan yang rusak berat dinilai berisiko membahayakan keselamatan petugas. Karena itu, material di bagian depan bangunan harus lebih dulu disingkirkan menggunakan alat berat sebelum pencarian dilanjutkan.

"Bagian depan bangunan harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan alat berat agar proses pencarian dapat dilakukan dengan lebih aman," katanya.

Selain mendatangkan alat berat, Pemko Medan juga menyiagakan ambulans beserta tenaga kesehatan untuk memberikan penanganan medis apabila dibutuhkan, baik bagi korban maupun petugas di lapangan.

Terkait penyebab ledakan, Rico menyebut indikasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

"Indikasi awal memang mengarah pada adanya kebocoran gas. Tetapi nanti Puslabfor yang akan menjelaskan secara lebih detail apa penyebab pastinya. Ini harus dipastikan terlebih dahulu agar tidak terjadi kekeliruan," ujarnya.

Rico Waas juga mengajak masyarakat mendoakan agar dua korban yang masih hilang segera ditemukan. Sementara itu, penanganan terhadap rumah-rumah yang terdampak ledakan akan diputuskan setelah proses evakuasi dan pencarian korban selesai. (Rel)

Editor : Editor Satu
ledakan di perumahan grand polonia medan