Rico Waas Gaungkan MPLS Ramah di Medan, Tegaskan Sekolah Harus Bebas Bullying dan Perpeloncoan

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 13 Juli 2026 | 17:30 WIB
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan Muhammad Sofyan mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di UPT SMP Negeri 3 Medan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan Muhammad Sofyan mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di UPT SMP Negeri 3 Medan.

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah secara serentak di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (13/7/2026).

Melalui program ini, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying).

Pembukaan MPLS Ramah dipusatkan di UPT SMP Negeri 3 Medan, Jalan Pelajar, Kecamatan Medan Kota. Wali Kota Rico Waas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemsos) Muhammad Sofyan, yang memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Adlan, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut Afrizal Sihotang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Barli Mulia Nasution, Sekretaris Disdikbud Andy Yudhistira, Kepala SMP Negeri 3 Medan Bisri Batubara, para guru, serta ratusan siswa baru.

Sekolah Harus Aman dan Nyaman

Dalam amanat Mendikdasmen yang dibacakan Muhammad Sofyan, MPLS tahun ini mengusung tema "Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah."

Menurutnya, sekolah berkualitas bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lingkungan belajar yang membuat setiap peserta didik merasa aman dan dihargai.

"Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada perundungan (bullying), tidak boleh ada perpeloncoan, dan tidak boleh ada tindakan yang membuat teman merasa takut atau dikucilkan," tegasnya.

Para siswa baru juga diajak membangun budaya saling menghormati melalui gerakan "Rukun Sama Teman", seperti:

Guru Diminta Sambut Murid dengan Senyum

Muhammad Sofyan juga berpesan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar menjadikan hari pertama sekolah sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik.

Menurutnya, kesan pertama di sekolah akan membekas sepanjang kehidupan seorang anak sehingga guru diharapkan memberikan pendampingan terbaik.

Selain itu, ia mengajak seluruh siswa menjalankan lima pesan Presiden Republik Indonesia, yakni:

Disdikbud Pastikan Semua Sekolah Ramah Anak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Barli Mulia Nasution mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para orang tua mengenai konsep MPLS Ramah melalui media sosial, pertemuan virtual, dan berbagai saluran komunikasi lainnya.

"Kita sudah mensosialisasikan ke orang tua murid, baik melalui media sosial, Zoom, maupun media lainnya. Kita harapkan orang tua memahami konsep MPLS Ramah sehingga anak-anak merasa nyaman bersekolah," ujarnya.

Barli menegaskan seluruh sekolah di bawah naungan Disdikbud Kota Medan wajib menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan perundungan.

"Kita sediakan sekolah yang ramah, yang tidak ada bullying. Ada budaya saling menghormati; siswa baru menghormati kakak kelasnya, kakak kelas menyayangi adiknya, dan semua menghormati guru. Intinya, ramah terhadap pendidikan," katanya.

Ia juga memastikan akan mengunjungi sejumlah sekolah untuk memantau langsung pelaksanaan MPLS Ramah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Medan Bisri Batubara mengatakan MPLS Ramah tahun ini dirancang selaras dengan Kurikulum Merdeka yang menitikberatkan pembentukan karakter peserta didik.

Sebanyak 288 siswa baru mengikuti MPLS dengan materi yang menekankan pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun).

Selain pendidikan karakter, siswa juga dibiasakan memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan sederhana seperti menjaga kebersihan kelas serta mematikan lampu dan kipas angin setelah proses belajar selesai.

Menurut Bisri, pembentukan karakter sejak hari pertama sekolah menjadi bekal penting dalam mencetak generasi yang mandiri, berintegritas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (rel)

Editor : Editor Satu
MPLS 2026 pemko medan