Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jepang Butuh Banyak Pekerja, Rico Waas Dorong Anak Muda Medan Rebut Peluang Kerja Bergaji Tinggi

Editor Satu • Rabu, 10 Juni 2026 | 21:00 WIB
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima audiensi LPK Majime Training Centre di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (10/6/2026).
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima audiensi LPK Majime Training Centre di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (10/6/2026).

MEDAN, METRODAILY – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendukung program pelatihan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di Kota Medan.

Dukungan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi LPK Majime Training Centre di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (10/6/2026).

Dalam pertemuan itu, ia menilai peluang kerja internasional, khususnya di Jepang, dapat menjadi solusi bagi banyak generasi muda yang belum terserap di pasar kerja dalam negeri.

Baca Juga: Gempa M4,1 Guncang Nias Barat Malam Ini, BMKG: Dipicu Aktivitas Megathrust

Menurut Rico, ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Medan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengakomodasi pertumbuhan angkatan kerja setiap tahunnya.

“Kita ketahui bersama bahwa peluang kerja di Kota Medan belum cukup prima. Karena itu kita harus terus meningkatkan kesempatan kerja untuk menyerap tenaga kerja yang ada,” ujar Rico Waas.

Dalam pertemuan tersebut, Rico didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan Rakhmat Harahap dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan.

Baca Juga: Proyek BRT Medan-Binjai-Deliserdang Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027

Rico menjelaskan, Jepang saat ini menghadapi penurunan jumlah tenaga kerja usia produktif akibat rendahnya angka kelahiran. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan dan etos kerja yang baik.

Menurutnya, tenaga kerja Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi nilai tambah di pasar internasional, seperti sikap ramah, kemampuan beradaptasi, serta karakter humanis yang dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan.

“Di Jepang sangat dibutuhkan keterampilan dan karakter pekerja seperti yang dimiliki masyarakat kita. Cara kerja dan sikap humanis tenaga kerja Indonesia sangat dibutuhkan, terutama di sektor kesehatan dan perawat yang memiliki penghasilan cukup besar,” katanya.

Baca Juga: Sumut Kucurkan Rp1,1 Triliun untuk Program Infrastruktur, Sekolah dan Berobat Gratis

Ia menilai Kota Medan memiliki banyak generasi muda potensial yang dapat bersaing di pasar kerja global apabila dibekali pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena itu, Rico mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten.

Salah satu skema yang diusulkan adalah pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan guna membantu pembiayaan pelatihan bagi calon pekerja migran yang memiliki kemampuan, tetapi terkendala biaya.

Baca Juga: Hadiri Pelepasan Siswa SD dan SMP IT AL Mubarok, Kades Kampung Pajak Sampaikan Motivasi

Selain itu, Rico juga meminta agar peluang kerja sama internasional melalui program sister city dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses penempatan tenaga kerja asal Kota Medan ke berbagai negara tujuan.

Sementara itu, Pembina LPK Majime Training Centre, Rahudman Harahap, mengatakan lembaga yang dipimpinnya selama ini fokus mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Menurut Rahudman, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan berhasil memberangkatkan sekitar 800 tenaga kerja asal Medan untuk bekerja di berbagai negara.

Baca Juga: Manfaatkan Ruang Laut, Pelaku Usaha Wajib Miliki KKPRL

“Kami sudah memberangkatkan sekitar 800 orang tenaga kerja dari Medan untuk bekerja di luar negeri. Permintaan tenaga kerja terus meningkat dari berbagai negara tujuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, LPK Majime menyediakan berbagai program pelatihan dengan biaya sekitar Rp15 juta per peserta. Pelatihan tersebut mencakup sektor kesehatan, kuliner, manufaktur hingga profesi pengemudi.

Pada tahun 2026, pihaknya menargetkan sebanyak 100 tenaga kerja asal Medan dapat diberangkatkan ke luar negeri.

“Kami siap mendukung program Pemko Medan dalam mengurangi angka pengangguran melalui penempatan pekerja migran Indonesia,” kata Rahudman.

Baca Juga: DPRD Batu Bara Bentuk Pansus Plasma Perkebunan

Ia menambahkan, LPK Majime Training Centre siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan dan Dinas Ketenagakerjaan, termasuk membuka kesempatan bagi Pemko Medan untuk meninjau langsung fasilitas pelatihan yang digunakan dalam mempersiapkan calon pekerja migran. (rel)

Editor : Editor Satu
#tenaga kerja ke jepang #Wali Kota Medan Rico Waas #lowongan kerja