MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Kota Medan memperkuat perlindungan bagi pekerja sektor informal dengan menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada ribuan pengemudi ojek online (ojol), Rabu (20/5/2026).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara simbolis di Gedung PKK Kota Medan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Medan memberikan jaminan sosial bagi pekerja rentan yang setiap hari menghadapi risiko tinggi di jalan raya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakasatlantas Polrestabes Medan, Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan Ramadan, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, serta Ketua Umum GODAMS Adam Zubir.
Baca Juga: Portugal Gagal Naturalisasi Wonderkid, Eli Junior Pilih Bela Timnas Prancis
Dalam acara itu, Rico Waas juga menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris salah seorang driver ojol yang meninggal dunia. Santunan yang diterima mencapai Rp232 juta, terdiri dari santunan kematian Rp70 juta dan beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga perguruan tinggi.
“Di jalanan banyak hal yang tidak bisa kita prediksi. Kita sudah hati-hati, tapi bisa saja tertabrak karena kelalaian orang lain. Karena itu, perlindungan ini penting sebagai jaring pengaman keluarga,” kata Rico Waas.
Menurutnya, program jaminan sosial ketenagakerjaan bukan untuk mengharapkan musibah, melainkan mencegah munculnya garis kemiskinan baru ketika tulang punggung keluarga mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Baca Juga: Warga Balikpapan Ditangkap Bawa Sabu di Siantar
Rico Waas mencontohkan manfaat program tersebut melalui santunan yang diterima keluarga almarhum Rajali, salah seorang driver ojol di Kota Medan.
“Kalau kepala keluarga tidak ter-cover, bagaimana masa depan istri dan anak? Inilah manfaat ketika kita terlindungi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program perlindungan pekerja informal ini dibiayai melalui APBD Kota Medan sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat pekerja. Dari total 17.851 pekerja informal yang dibantu pembayaran iurannya, sebanyak 8.779 di antaranya merupakan pengemudi transportasi online.
“Ini komitmen kami agar para driver keluar rumah mencari rezeki dengan perasaan tenang karena sudah terlindungi,” jelasnya.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus Rekor 5,37 Juta Ton: Aman Hadapi Kemarau
Dalam kesempatan yang sama, Pemko Medan juga mencanangkan Gerakan Aman Berkendara bagi pengemudi ojol. Rico Waas meminta para driver menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dengan memastikan penggunaan helm standar, spion lengkap, dan kendaraan yang layak jalan.
Ia juga membuka ruang komunikasi bagi para pengemudi untuk melaporkan persoalan di lapangan, termasuk praktik jukir liar dan intimidasi.
“Kita ingin pemerintah, aparat, dan pengemudi terkoneksi. Kalau ada masalah di lapangan, laporkan. Jangan dibiarkan,” tegas Rico Waas.
Baca Juga: Polisi Jadi Sahabat Anak, Satlantas Polres Siantar Edukasi 110 Murid SD Methodist
Melalui sinergi antara Pemko Medan, BPJS Ketenagakerjaan, dan komunitas ojol, para pengemudi diharapkan dapat bekerja lebih aman, tenang, dan terlindungi demi menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. (Rel)
Editor : Editor Satu